trubus.id
Peristiwa » Fenomena Likuifaksi Tak Akan Terjadi Meski Cekunga...
Fenomena Likuifaksi Tak Akan Terjadi Meski Cekungan Bandung Bergoyang

Fenomena Likuifaksi Tak Akan Terjadi Meski Cekungan Bandung Bergoyang

Syahroni - Rabu, 03 Okt 2018 21:30 WIB

Trubus.id -- Fenomena likuifaksi kini tengah jadi sorotan. Yah, hal itu terjadi usai kawasan Kelurahan Petobo, Kota Palu menghilang seolah ditelan bumi saat gempa 7,4 magnitudo terjadi di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) petang.

Terkait hal ini, muncul kekhawatiran akan terjadinya fenomena serupa di Pulau Jawa. Yah, Cekungan Bandung yang meliputi Kota/Kabupaten Bandung, sebagian wilayah Cimahi dan Sumedang berpotensi mengalami gempa dengan aktifnya sesar Lembang. Hal ini yang menjadi dasar kekhawatiran tersebut.

Baca Lainnya : Peneliti LIPI Minta Semua Pihak Jangan Asal Bicara Soal Gempa

Namun demikian, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuian Indonesia (LIPI) menjelaskan, kecil kemungkinan fenomena likuifaksi terjadi di wilayah ini. Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI, Adrin Tohari mengatakan, LIPI telah melakukan penelitian di Cekungan Bandung beberapa tahun terakhir. Hasilnya wilayah di Cekungan Bandung didominasi tanah lengkung bukan tanah pasir seperti di Petobo, Kota Palu. 

"Likuifaksi itu berada di tanah pasir. Kalau tanah lengkung potensinya tidak ada. Jadi kalau kita bertanya apakah wilayah kita (Cekungan Bandung) seperti Palu, saya beranggapan tidak akan terjadi," kata Adrin dalam diskusi bertajuk 'Gempa dan Tsunami Donggala di Sesar Aktif Palu Koro' di LIPI, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Rabu (3/10).

Baca Lainnya : LIPI Bantah Pesan Berantai Terkait Gempa Besar Segera Melanda Jakarta dan Bandung

Alih-alih mengalami likuifaksi, kata dia, wilayah Cekungan Bandung justru berpotensi mengalami amplifikasi. Artinya getaran yang terjadi dampak gempa akan lebih besar dirasakan di permukaan karena didominasi lapisan tanah lengkung.

"Jadi kalau tanah lengkung kena guncangan dia akan memperkuat (getaran). Jadi kalau likufaski itu bangunan tidak akan rusak strukturnya tapi dia turun ambles. Tapi kalau karena guncangan (amplifikasi) struktur atau dinding bangunan akan kolaps jadi runtuh," tuturnya.

Adrin menambahkan, kemungkinan amplifikasi bisa saja terjadi jika kekuatan gempa berada di atas 5 SR. Untuk mengantisipasi hal ini, tentu struktur setiap bangunan di Cekungan Bandung harus lebih diperhatikan. Artinya perlu ada perhitungan matang saat membangun hunian. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020