trubus.id
Peristiwa » Peneliti LIPI Sepakat Sulit Prediksi Terjadinya Ge...
Peneliti LIPI Sepakat Sulit Prediksi Terjadinya Gempa dan Tsunami di  NKRI

Peneliti LIPI Sepakat Sulit Prediksi Terjadinya Gempa dan Tsunami di NKRI

Astri Sofyanti - Selasa, 02 Okt 2018 17:00 WIB

Trubus.id -- Gempa 7,4 magnitudo yang terjadi di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan tsunami yang menyebabkan hilangnya ribuan nyawa. Bencana ini juga mengakibatkan lumpuhnya jaringan telekomunikasi di sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah.

Menurut Peneliti Geofisika Kelautan LIPI Dr. Nugroho Dwi Hananto, semua ahli sepakat memprediksi kapan terjadinya gempa sangat sulit dilakukan. Hal ini berdasarkan analisis terhadap terjadinya gempa dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu.

Baca Lainnya: Usai Palu-Donggala, Gempa juga Terjadi di Ambon, Majane dan Blitar

Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Geoteknologi LIPI, Dr. Eko Yulianto, "Potensi gempa yang terjadi di wilayah Timur Indonesia dua kali lipat dibanding di wilayah Barat Indonesia," ucapnya saat ditemui di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/10).

Lebih lanjut dikatakan Eko, tidak semua ancaman serupa tsunami di Indonesia, peringatan pertama gempa berpotensi tsunami biasanya hanya dalam hitungan tiga menit sebelum terjadinya gelombang tsunami.

Baca Lainnya: Dalam Satu Jam, Sumba Timur Diguncang Gempa Tektonik Empat Kali

"Kondisi ini membuat banyak masyarakat tak siap untuk evakuasi diri secara mandiri," lanjutnya.

Jarak antara kejadian gempa dengan peringatan biasanya hanya berjarak beberapa menit. Untuk itu, menurut Eko, yng harus dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mengetahui gejala-gejala gempa dan untuk melakukan evakuasi secara dini guna meminimalisir banyaknya korban jiwa.

"Yang perlu diperhatikan adalah saat guncangan terjadi, bukan berarti gempa itu berskala besar, tapi bisa saja karena tanah yang berada di bawah kita melebur ke atas permukaan," tegasnya kembali.

 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020