trubus.id
Peternak Tidak Kejar Kualitas, Harga Susu Sapi di Salatiga jadi Tidak Pantas

Peternak Tidak Kejar Kualitas, Harga Susu Sapi di Salatiga jadi Tidak Pantas

Astri Sofyanti - Jumat, 28 Sept 2018 20:00 WIB

Trubus.id -- Harga susu sapi di tingkat peternak di Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) mendadak lesu. Saat ini harga susu di tingkat peternak hanya dihargai Rp4.100 sampai Rp5.500 per liter.

Ketua Koperasi Andini Luhur, Agus Warsito mengatakan, harga susu hasil produksi peternak di Salatiga terbilang rendah. Hal ini penyebabnya karena kualitas yang dihasilkan kurang baik.

Karena itu, peternak sapi perah harus mendapatkan pendampingan agar mereka bisa memproduksi susu dengan kualitas baik sehingga bisa mendapat harga yang tinggi.

Baca Lainnya : Peternak Sapi Perah Resah, di Permentan 30/2018 Tak Ada Kewajiban IPS Serap SSDN

"Memang harga susu tergantung pada kualitas. Seperti susu yang dihargai Rp4.100 per liter, itu kualitasnya kurang baik. Beda lagi dengan susu yang kualitasnya baik, harganya mencapai Rp5.500 per liter," kata Agus di Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (28/9).

Menurutnya, untuk memproduksi susu berkualitas baik membutuhkan ketekunan dan komitmen. Terkadang peternak cenderung mengejar kuantitas ketimbang kualitas. Sehingga mereka tidak bisa menjual susu dengan harga tinggi.

"Pada dasarnya, kualitas susu dari semua sapi perah itu bagus. Namun ada peternak yang mencampurinya dengan air untuk mengejar kuantitas sehingga harganya turun," lanjutnya lagi.

Untuk meningkatkan harga susu di tingkat peternak di Salatiga, Agus ingin, Koperasi Andini Luhur memberikan pembinaan dan pendampingan kepada peternak sapi perah di wilayah Kecamatan Argomulyo, Salatiga.

Upaya ini dilakukan agar produksi susu di Salatiga bisa baik sehingga peternak bisa mendapatkan harga jual yang layak. Hal ini karena, harga susu segar di tingkat peternak harusnya sekitar Rp6.500 per liter. Dengan harga ini peternak sapi perah baru bisa mendapatkan keuntungan.

Baca Lainnya : Peternak Kulon Progo Enggan Pelihara Sapi Perah, Kenapa?

"Harga Rp6.500 per liter itu, dihitung dari biaya produksi mulai rumput (pakan), investasi kandang dan sapi serta tenaga. Selama ini, rumput dan tenaga tidak dihitung dalam produksi. Ini harus dibenahi," ujar Agus kembali.

Lebih jauh Agus menjelaskan, produksi susu di Salatiga rata-rata mencapai 15.000 hingga 20.000 liter per hari. Angka produksi tersebut cukup tinggi. Ini agar harga susu bisa mencapai Rp6.500 per liter, maka tingkat kesejahteraan peternak sapi di Salatiga akan meningkat.

"Rencana ini yang tengah kami upayakan. Kami akan melakukan pembinaan peternak sapi dan membranding Kota Salatiga menjadi kota penghasil susu," tutupnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020