trubus.id
Peristiwa » Teknologi Bioremediasi dan Revegetasi untuk Penyel...
Teknologi Bioremediasi dan Revegetasi untuk Penyelamatan Lingkungan

Teknologi Bioremediasi dan Revegetasi untuk Penyelamatan Lingkungan

Syahroni - Kamis, 27 Sept 2018 21:00 WIB

Trubus.id -- Masalah lingkungan adalah bom waktu yang sangat nyata yang bisa menghancurkan kehidupan manusia. Untuk itu, berbagai upaya harus mulai dilakukan untuk mencegahnya.

Untuk mengetasi masalah sampah ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pengemban tugas negara di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, memberi perhatian khusus untuk riset bioremidiasi dan revegetasi sebagai solusi penyelamatan kerusakan lingkungan. 

“Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme untuk membersihkan senyawa pencemar dari lingkungan,” jelas Kepala Pusat Penelitian Biologi, LIPI, Witjaksono dalam keterangan persnya, Kamis (27/9).

Baca Lainnya : Lewat iLAB, LIPI Akan Tingkatkan Nilai Tambah Keanekaragaman Hayati

Sementara revegetasi, lanjut Witjaksono, merupakan upaya pemulihan tutupan lahan pada ekosistem melalui penanaman jenis tanaman asli pada fungsi lindung atau dengan jenis tanaman lain yang adaptif.

Penyelenggaraan ISOBIOREV-2018 menghadirkan ahli-ahli teknologi bioremidiasi dan revegetasi terkemuka di dunia. 

“Mereka akan membahas aspek adaptasi sistem remediasi dan revegatasi terhadap perubahan iklim, perspektif internasional tentang teknologi hijau, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan bioremediasi dan revegetasi di berbagai wilayah di dunia,” ungkap Witjaksono.

Salah satunya adalah teknik revegetasi menggunakan  interaksi antara mychorrhiza dengan tumbuhan tingkat tinggi oleh Norihiro  Shimamura. Ahli revegetasi dan ektomikroiza dari Tottori University, Jepang ini berhasil mengawinkan Ektomikoriza sehingga interaksinya dengan tanaman akan menyebabkan tanaman lebih tahan terhadap salinitas dan kondisi ekstrim. 

Sedangkan Toshiaki Umezawa, profesor dari RISH Kyoto University, Jepang menyajikan teknik pemanfaatan lahan kritis terutama alang-alang untuk produksi energi berbasis biomasa.

Baca Lainnya : LIPI Bangun Laboratorium BSL-3, Ini Beragam Keunggulannya

Sementara dari Nanyang Technological University, Prof. Ng Wun Jern menyajikan teknologi terkini dalam pengolahan limbah di Singapura dan bagaimana menghubungkan riset dan aplikasinya di lapangan. 

Dari LIPI  diwakili oleh Prof. Dr. I Made Sudiana yang membahas peran mikroorganisme dalam proses bioremediasi dan  revegetasi yang telah diterapkan di lahan tambang, lahan marginal dan tumpahan minyak di laut.

Menurut Witjaksono, penerapan teknologi bioremidiasi dan revegetasi membutuhkan kerjasama jaringan riset antara akademisi, pemerintah, dan industri. 

“Kombinasi ilmu pengetahuan dan kemampuan teknis dari industri serta kebijakan manajerial yang strategis akan menghasilkan inovasi penyelamatan lingkungan yang efektif dan berkelanjutkan di semua lini,” jelasnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020