trubus.id
Peristiwa » Kesadaran Akan Pentingnya Pangan Bagi Kesehatan di...
Kesadaran Akan Pentingnya Pangan Bagi Kesehatan di Indonesia Masih Minim

Kesadaran Akan Pentingnya Pangan Bagi Kesehatan di Indonesia Masih Minim

Astri Sofyanti - Rabu, 26 Sept 2018 18:30 WIB

Trubus.id -- Sejak 2011 lalu, National Congres and International Summit of Environmental Healt Student memutuskan tanggal 26 September sebagai Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia. Tahun ini, tema yang diangkat untuk memperingati Hari Kesehatan Lingkungan tahun ini  adalah 'Food Safety and Sustainablility'.

Tema ini sendiri dipilij merunut pada keamanan pangan yang baik di Indonesia yang harus selalu ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak terjadi di masyarakat bahan pangan yang sudah baik, menjadi tidak baik ketika selesai diolah. Pun demikian sebaliknya. Ada kalanya bahan pangan yang kurang baik juga bisa diolah menjadi panganan yang baik untuk dikonsumsi.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MQIH mengungkapkan, secara regulasi upaya kesehatan lingkungan sudah tertuang di dalam UUD Kesehatan. Upaya kesehatan lingkungan ini ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Baca Lainnya : Di Bogor, 70 Persen Difteri Akibat Imunisasi Belum Maksimal

Selain itu, rekomendasi dari WHO mengungkapkan bahwa lebih dari 200 penyakit ditularkan lewat makanan. Masalah kesehatan ini belum timbul pada saat itu juga, tapi bisa jadi keluhan datang dikemudian hari.

"Berdasarkan data kemenkes 2017, 23 persen penyakit yang dialami manusia menjadi KLB sebanyak 23 persen disumbang dari keracunan pangan," kata dr. Kirana Pritasari, MQIH saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (26/9).

Lebih lanjut Kirana menjelaskan, KLB keracunan pangan berdasarkan jenis pangan tahun 2017 diantaranya 12 persen dari jasa boga, 7 persen makanan jajanan, 9 persen makanan jajanan sekolah, 36 persen makanan rumah tangga, 3 persen dari makanan kemasan, serta 33 persen tidak diketahui penyebabnya.

"Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk memilih tempat makanan yang layak," ucapnya.

Baca Lainnya : Peringati PAS, Kemenkes Bangkitkan Kesadaran Akan Pentingnya ASI

Saat ini sejumlah tempat makanan mulai dari kantin, makanan jajanan, hingga sentra makanan jajanan akan diberikan stiker kelayakan oleh Kementerian Kesehatan. Stiker diberikan hanya kepada tempat pengolahan makanan yang dinilai memenuhi standar kelayakan dari Kemenkes.

Selain itu, Kemenkes juga terus mendorong makanan sehat di tingkat rumah tangga untuk melaksanakan keamanan pangan dengan pemberian stiker di setiap rumah melalui pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diambil agar pengelolaan pangan aman dan sehat dan keluarga di rumah benar-benar mengonsumsi makanan yang diolah secara baik dan benar.

"Sumber masalah pangan yang salah selama ini, masih banyak masyarakat menghangatkan makanan pagi untuk kembali di makan siang hingga sore hari, ini yang harus kita edukasi ke masyarakat," tutupnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020