trubus.id
Beginilah Nasib Ular Berkepala Dua, Terancam Mati Karena Rebutan Mangsa

Beginilah Nasib Ular Berkepala Dua, Terancam Mati Karena Rebutan Mangsa

Syahroni - Selasa, 25 Sept 2018 22:15 WIB

Trubus.id -- Publik dunia maya gempar dengan sebuah postingan di media sosial yang berisi gambar seekor ular berkepala dua. Yah, seorang wanita AS menemukan ular kepala tembaga yang memiliki dua kepala di Woodbridge, Virginia.

Foto-foto ular itu dengan cepat menjadi viral setelah dibagikan di halaman Virginia Wildlife Management and Control Facebook oleh tetangga wanita itu, Stephanie Myers. Kisah penemuan ular langka ini pun sempat muncul di situs berita lokal seperti WTKR, sebelum meledak di seluruh dunia.

Akhirnya, ular itu dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di The Wildlife Centre of Virginia.

"Tampaknya seolah-olah kepala kiri lebih dominan - umumnya lebih aktif dan responsif terhadap stimulus," tulis para pakar di pos blog Pusat.

Sinar-X menunjukkan ular itu memiliki satu jantung dan satu set paru-paru. Namun, ia memiliki dua trakea, yang lebih baik berkembang di kepala kiri dan dua oesophaguses, yang lebih berkembang di kepala kanan.

"Berdasarkan anatomi, akan lebih baik bagi kepala kanan untuk makan, tetapi itu mungkin menjadi tantangan karena kepala kiri tampak lebih dominan," kata seorang ahli seperti dikutip dari nine.com.au.

Karena itu muncul dugaan kalau dua kepala ular ini tidak akur satu sama lainnya. Video dan lebih banyak foto ular dipublikasikan di Facebook oleh John 'JD' Kleopfer, seorang ahli reptil dari Departemen Satwa dan perikanan darat Virginia.

"Ular bicephalic (ular berkepala dua) liar sangat langka, karena mereka tidak hidup selama itu. Terlalu banyak tantangan untuk hidup dari hari ke hari dengan dua kepala." ujarnya.

Kleopfer mengatakan kepada USA Today, ular itu hanya memiliki panjang sekitar 15cm dan hanya makan serangga. Namun dia mengatakan ular dengan dua kepala sering menginginkan "dua hal yang berbeda", yang tidak hanya membuat keberadaannya kurang harmonis, tetapi membuatnya sulit bertahan hidup di alam liar.

"Dengan sedikit keberuntungan dan perhatian, kami berharap untuk akhirnya menyumbangkannya ke fasilitas zoologi untuk pameran," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini ular tersebut dirawat oleh penjaga reptil pribadi dengan banyak pengalaman dalam membiakan dan membesarkan ular berbisa. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020