trubus.id
Tragis, BPBD Semarang Kehabisan Pasokan Air Bersih untuk Warga

Tragis, BPBD Semarang Kehabisan Pasokan Air Bersih untuk Warga

Astri Sofyanti - Selasa, 25 Sept 2018 12:31 WIB

Trubus.id -- Dampak dari puncak musim kemarau, warga di Semarang, Jawa Tengah, saat ini tengah dilanda krisis air. Bahkan pasokan air bersih milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang yang kerap memberikan bantuan air bersih ke warga juga telah kosong.

Saat ini, BPBD Kabupaten Semarang masih menunggu bantuan air bersih dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

“Kami masih menunggu realisasi pengajuan dari BPBD Jateng, di harapkan dropping air bersih bantuan ini bisa dilakukan dalam minggu-minggu ini,” kata Staf Kedarutan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Teguh Ariadi kepada wartawan di Ungaran, Jawa Tengah, Selasa (25/9).

Ia menjelaskan, bahwa saat ini, cadangan air bersih untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan yang ada di BPBD Kabupaten Semarang sudah kosong, terhitung sejak minggu ketiga September ini.

Baca Lainnya: 18 Desa di Temanggung Krisis Air Bersih, Yuk Kita Bantu

Sehingga, total persediaan sebanyak 308 tangki telah disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah kecamatan yang mengalami krisis air bersih, terhuting Juli sampai pertengahan September ini.

Sebagaimana diungkapkan Ariadi, di luar cadangan air bersih yang ada di BPBD Kabupaten Semarang, sejumlah wilayah terdampak krisis air bersih juga telah mendapatkan pasokan sedikitnya 45 tangki air bersih dari pihak swasta.

Meski begitu, permintaan dari warga yang terdampak krisis air bersih masih terus berlanjut, setelah musim kemarau masih berlangsung.

Baca Lainnya: 12.419 Warga Cilacap Alami Krisis Air dan Kekeringan

Ia juga sangat mengapresiasi pihak swasta yang telah mendukung upaya Pemkab Semarang dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Meski begitu, BPBD Kabupaten Semarang mengimbau agar pihak swasta yang akan menyalurkan bantuan air bersih juga menyampaikan pemberitahuan kepada BPBD Kabupaten Semarang.

Tujuannya menurut Ariadi agar BPBD Kabupaten Semarang bisa membantu melakukan pemetaan wilayah-wilayah mana yang perlu diprioritaskan mendapatkan bantuan air bersih dari pihak swasta tersebut. “Sehingga bantuan air bersih ini bisa merata,” ucapnya lagi.[KW]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

07 Agu 2020
04 Agu 2020
03 Agu 2020