trubus.id
Peristiwa » Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Apa Ke...
Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Apa Kecanggihannya?

Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Apa Kecanggihannya?

Ayu Setyowati - Rabu, 19 Sept 2018 14:00 WIB

Trubus.id -- Akhirnya, kereta bertenaga hidrogen pertama di dunia telah melakukan debut global di pedesaan utara Jerman. Pada hari Senin (17/9), dua lokomotif Coradia iLint telah mengangkut penumpang bolak-balik ke kota Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervoerde dan Buxtehude, di barat Hamburg.

Kereta yang efisien ini diproduksi oleh insinyur transportasi Prancis di Alstom. Pabrik yang membuat dunia kagum pada awal 1980-an dengan kereta peluru rekor dunia.

Sementara TGV (Train à Grande Vitesse), kereta cepat Prancis, menarik perhatian banyak orang sebagai lokomotif tercepat dalam produksi. Prestasi yang sesungguhnya adalah memberikan solusi untuk krisis minyak 1973 di Prancis dengan menampilkan transmisi tanpa bahan bakar gas, yakni listrik.

Baca Lainnya : Canggih, Mobil Google Street View Akan Petakan Polusi Udara di Dunia  

Hampir empat dekade kemudian, Alstom kembali untuk menyelamatkan kota-kota di Eropa yang terus berjuang mengatasi polusi. Mengganti mesin bertenaga diesel yang membuat perjuangan Jerman stagnan untuk gaya hidup hijau.

CEO Alstom, Henri Poupart Lafarge, meresmikan sepasang kereta baru pada upacara pembukaan di Bremervoerde, di mana kereta akan menjalani pengisian bahan bakar hidrogen rutin. Pemimpin perusahaan itu berkata, “Kereta hidrogen pertama di dunia memasuki layanan komersial dan siap untuk produksi berseri.”

Kereta api iLint Coradia biru terang ini beroperasi pada jalur 62 mil (100 kilometer). Dengan kapasitas yang sama antara kereta berbahan bakar gas, kendaraan bertenaga hidrogen dapat menempuh rentang 600 mil (1.000 kilometer) pada satu tangki hidrogen.

Kereta hidrogen mengandalkan sel bahan bakar yang dapat menghasilkan listrik dari campuran gabungan hidrogen dan oksigen. Model sangat efisien dalam konversi, di mana kelebihan listrik dapat disedot ke dalam baterai lithium ion. Satu-satunya produk sampingan yang dipancarkan oleh proses ini adalah uap dan air.

 Baca Lainnya : Cuman Karena Ingin Mengatasi Polusi, Tiga Kota di China Diliputi Asap Tebal

Banyak negara bagian Jerman telah menyatakan minatnya untuk mengadopsi kereta hidrogen ke jalur transportasi mereka sendiri. Perusahaan ini mengumumkan akan mengirimkan 14 rangkaian kereta ke wilayah Lower Saxon pada tahun 2021.

Ada banyak manfaat kereta hidrogen, di antaranya ramah lingkungan, menghasilkan nol emisi dan kemampuannya untuk berjalan tanpa kereta api listrik. Hanya saja, harga jual kereta api hidrogen lebih mahal.

"Tentu, membeli kereta hidrogen agak lebih mahal daripada kereta diesel. Tapi, kereta hidrogen lebih murah untuk dijalankan," kata Stefan Schrank, manajer proyek Alstom.

Pada tahun 2022 mendatang, Prancis berencana untuk mengoperasikan kereta hidrogen pertamanya. Diikuti oleh Inggris, Belanda, Norwegia, Denmark, Italia dan Kanada. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020