trubus.id
61 Persen Spesies Kura-kura di Bumi Punah Akibat Plastik

61 Persen Spesies Kura-kura di Bumi Punah Akibat Plastik

Binsar Marulitua - Senin, 17 Sept 2018 20:00 WIB

Trubus.id -- Hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Bioscience mengungkapkan bahwa, manusia tidak menyadari jika saat ini, sebanyak 61 persen spesies kura-kura terancam punah atau bahkan sudah punah. Jika ditinjau dari spesiesnya, ada enam dari 10 spesies kura-kura terancam punah atau sudah punah.

Mickey Agha, peneliti ekologi dari Universitas California di Davis, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa polusi plastik di lautan menjadi ancaman bagi kura-kura. Itu karena, kantong plastik yang mirip ubur-ubur tersebut sering dimakan oleh kura-kura. Akibatnya, sistem pencernaan hewan tersebut terganggu.

Sebuah penelitian pada 2018 mengungkapkan jika setengah dari kura-kura laut yang ada di Bumi, pernah menelan plastik. Memakan sepotong plastik membuat kura-kura berpeluang mati sebesar 22 persen. Sementara, 14 potong plastik memperbesar peluang kematian menjadi 50 persen. Jika seekor kura-kura memakan lebih dari 200 potong plastik, kematiannya menjadi keniscayaan.

Baca Lainnya : Ini Dia Spesies Kura-kura Terkecil di Dunia

"Kita harus mengambil kesempatan untuk memahami kura-kura, sejarah alami mereka dan peran penting mereka di alam bebas. Atau, kita berisiko kehilangan mereka," kata Mickey.

Sementara itu, Whit Gibbons, profesor ekologi di Universitas Georgia mengungkapkan jika kura-kura sudah ada sejak 200 juta tahun lalu. Namun, kondisi yang membuat mereka lebih bertahan ketimbang dinosaurus semakin tergerus oleh bahaya yang disebabkan oleh manusia seperti hilangnya habitat, perburuan, perdagangan hewan dan perubahan iklim.

Tugas para peneliti dan ilmuwan adalah untuk memberitahu publik tentang peran penting kura-kura dalam ekologi global dan menaruh kepedulian terhadap hewan yang leluhurnya hidup berdampingan dengan dinosaurus ini.

Baca Lainnya : Mary River Turtle, Kura-kura Unik dengan Rambut Mohawk yang Hampir Punah

"Keturunan modern dari hewan purba ini merupakan ujian bagi kita, bagaimana pengaruh manusia telah mengurangi begitu banyak kehidupan di alam liar. Kita berharap setiap orang terdorong untuk aktif melindungi mereka sebagai bagian dari alam," jelas Whit.

Salah satu alasan kenapa kura-kura begitu berpengaruh terhadap ekologi karena sifatnya yang karnivora, herbivora dan omnivora. Keragaman cara makan kura-kura memengaruhi struktur komunitas biologis lain di habitatnya. Misalnya, kura-kura laut yang melindungi rumput laut dan karang atau kura-kura air tawar yang mengubah kondisi lingkungan seperti pH, akumulasi sedimen dan asupan nutrisi bagi ekosistem perairan.

Kura-kura juga membantu penyebaran benih. Bahkan, menjadi penyebar utama sejumlah spesies tanaman. Kura-kura kotak di Amerika Utara misalnya, satu-satunya hewan penyebar biji tanaman mayapple. Biji tanaman dari sejumlah spesies lain bahkan lebih mudah tumbuh setelah melewati saluran pencernaan kura-kura.

Baca Lainnya : Tingginya Inses Jadi Penyebab Kura-Kura Kepala Kodok Terancam Punah

Kura-kura galapagos menyebar banyak biji saat menempuh jarak yang jauh. Setiap mengeluarkan kotoran, kura-kura galapagos mengelurkan sekitar 464 biji dari 2,4 spesies tanaman.

Kura-kura juga menjadi sumber makanan berharga bagi spesies lain, terutama saat mereka berkumpul dalam jumlah yang besar. Ketika kura-kura laut membuat sarang di pantai, telur dan anaknya merupakan sumber makanan bagi hewan pemangsa.

Seperti halnya sebagian besar kehidupan alam liar di Bumi, masalah terbesar kura-kura adalah kerusakan dan degradasi habitat asli mereka. Banyak kura-kura yang diburu untuk dimakan dan diperdagangkan sebagai peliharaan atau diambil tempurungnya. [DF]
 
 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020