trubus.id
Life » <i>Finally</i>, Rumah Mode Ini Enggak Lagi Bikin B...
<i>Finally</i>, Rumah Mode Ini Enggak Lagi Bikin Baju dari Bulu Hewan

Finally, Rumah Mode Ini Enggak Lagi Bikin Baju dari Bulu Hewan

Ayu Setyowati - Jumat, 07 Sept 2018 21:00 WIB

Trubus.id -- Akhirnya, rumah mode Burberry akan menghentikan praktik membakar barang yang tidak terjual. Mereka juga berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan bulu hewan asli di semua produk yang dibuatnya. Tidak heran jika mereka menghapus barang-barang terbuat dari bulu hewan yang saat ada di koleksinya.

Untuk melindungi mereknya, Burberry menghancurkan pakaian, aksesoris dan parfum yang tidak terjual senilai 28,6 juta poundsterling atau Rp551,3 miliar pada tahun 2017. Apa yang dilakukan Burberry memicu kemarahan sejumlah aktivis lingkungan. Ya, perusahan mode mewah, termasuk Burberry, lazim membakar barang-barang yang tidak laku untuk mencegahnya dicuri atau dijual dengan harga murah.

Sebagai langkah perbaikan, Burberry mengaku sudah melakukan prinsip menggunakan kembali, memperbaiki, menyumbangkan atau mendaur ulang produknya. Mereka akan terus meningkatkan upaya tersebut.

Baca Lainnya : Malang, Rubah-rubah Ini Diperlakukan Tak Layak Demi Diambil Bulunya

"Keputusan Burberry menghentikan pembakaran timbunan stok tak terjual adalah sinyal penting dari perubahan pola pikir di industri busana,” ungkap Greenpeace kepada BBC.

Fashion adalah bisnis menguntungkan. Lebih dari 100 miliar pakaian dihasilkan setiap tahun. Di sisi lain, lemari konsumen sudah lebih dulu penuh dengan pakaian bekas. Tidak heran jika kondisi tersebut menciptakan masalah bagi perusahaan berupa timbunan barang tak terjual.

Karena itu, menurut Greenpeace, sudah saatnya seluruh industri busana untuk mulai berpikir ke sumber masalah. Contohnya, tidak membuat produk terbaru berdasarkan musim. Pada saat sama, label mode tersebut mendirikan Burberry Material Futures Research Group. Kerja sama dengan Royal College of Art untuk menciptakan bahan berkelanjutan baru.

Modern luxury berarti bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” kata kepala eksekutif Burberry, Marco Gobbetti.

Baca Lainnya : Demi Hak Asasi Hewan, Norwegia Hentikan Peternakan Bulu Rubah dan Mink

Ia melanjutkan, “Kami berkomitmen untuk menerapkan kreativitas yang sama ke seluruh bagian Burberry seperti yang kami lakukan untuk produk sebelumnya."

Yayasan Ellen MacArthur yang bertujuan mengatasi limbah di sejumlah sektor, mengungkapkan dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2015 jika 73 persen dari 53 juta ton tekstil dan serat yang diproduksi secara global setiap tahun, berakhir di TPA atau dibakar.

Ubah Kebijakan

Saat ini, beberapa produk yang dibuat Burberry menggunakan bulu dari beberapa hewan seperti kelinci, rubah hingga cerpelai. Perusahaan ini berkomitmen akan berhenti menggunakannya di masa depan. Yayasan People for the Ethical Treatment of Animals (Peta), yang telah lama berkampanye menentang perusahaan itu, menyambut baik keputusan Burberry.

Baca Lainnya : Pasang Iklan Pakaian Bulu Hewan, Vogue Dikecam

“Jika ingin tetap relevan dalam industri yang berubah, mereka tidak punya pilihan lain selain berhenti menggunakan bulu binatang untuk mantel, kerah dan manset mereka," kata Peta seperti dikutip BBC.

Safia Minney, pendiri merek pakaian berkelanjutan, People Tree, yang juga direktur pengelola sepatu PoZu, menyambut langkah Burberry. Menurutnya, industri dan konsumen masih bisa berbuat lebih banyak.

"Kita benar-benar harus mengonsumsi lebih sedikit. Kita harus mencintai dan memperlakukan pakaian dengan lebih baik," katanya.

Bagaimana dengan kalian, Trubus Mania? [DF]
 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020