trubus.id
Life » Perubahan Iklim Bisa Sumbang US$26 Triliun Ekonomi...
Perubahan Iklim Bisa Sumbang US$26 Triliun Ekonomi Dunia

Perubahan Iklim Bisa Sumbang US$26 Triliun Ekonomi Dunia

Diah Fauziah - Jumat, 07 Sept 2018 12:26 WIB

Trubus.id -- Tindakan ambisius terhadap perubahan iklim dapat menyumbang tambahan US$26 triliun untuk ekonomi dunia pada tahun 2030, menurut pakar internasional. Oleh karena itu, mereka mendesak agar semua negara dan pelaku bisnis meningkatkan keterlibatan mereka untuk perubahan iklim.

Manfaat ekonomi yang ditawarkan oleh pergeseran ke ekonomi rendah karbon, telah sangat diremehkan, menurut Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim, sebuah kelompok peneliti yang mengelompokkan mantan kepala pemerintahan dan pemimpin ekonomi serta bisnis teratas.

"Diperlukan tindakan berani yang dapat menghasilkan keuntungan ekonomi langsung sebesar US$26 triliun hingga tahun 2030 mendatang, dibandingkan dengan bisnis biasa. Mungkin, ini menjadi perkiraan yang konservatif," ucap laporan yang terbit pada Rabu (5/9) kemarin.

Baca Lainnya : Niat Indonesia Jadi Negara Percontohan Perubahan Iklim

Tindakan dinamis terkait perubahan iklim dapat menghasilkan lebih dari 65 juta pekerjaan rendah karbon baru pada tahun 2030. Menghindari lebih dari 700.000 kematian prematur akibat polusi udara.

Namun, para pembuat kebijakan tidak mengambil tindakan yang cukup berani untuk menghindari sistem ekonomi warisan, menurut peneliti.

"Kami berada di momen unik, menggunakan atau kehilangannya. Pembuat kebijakan harus melepaskan kaki mereka dari rem dan mengirim sinyal yang jelas bahwa pertumbuhan baru ada di sini," kata Ngozi Okonjo Iweala, mantan menteri keuangan Nigeria.

Baca Lainnya : Kota Terapung, Solusi Tepat bagi Negara Kepulauan yang Terdampak Perubahan Iklim?

Ia melanjutkan, "Ada manfaat nyata untuk dilihat dalam hal pekerjaan baru, penghematan ekonomi, daya saing dan peluang pasar. Juga peningkatan kesejahteraan bagi orang orang di seluruh dunia."

Pertumbuhan tersebut akan didorong oleh interaksi antara inovasi teknologi yang cepat, peningkatan produktivitas sumber daya dan investasi dalam infrastruktur berkelanjutan, yang diperkirakan mencapai US$ 90 triliun pada tahun 2030.

Tentu, ada perubahan lebih baik di lima bidang utama: pengembangan sistem energi bersih, perencanaan kota lebih baik, pergeseran ke arah pertanian berkelanjutan, manajemen air pintar, dan industri dekarbonisasi.
Baca Lainnya : Perubahan Iklim, Penyebab Kehancuran Keanekaragam Hayati di Dunia?

"Manfaat ekonomi dari pertumbuhan rendah karbon akan mungkin terjadi jika kita bertindak dengan berani selama dua atau tiga tahun ke depan," katanya.

Ia meminta pemerintah untuk memberi harga karbon setidaknya US$ 40 hingga US$ 80 pada tahun 2020. Bergerak menuju pengungkapan risiko iklim wajib bagi investor dan perusahaan besar. Mendorong penekanan yang jauh lebih besar pada investasi dalam infrastruktur berkelanjutan. Bangunan, transportasi, energi dan sistem air yang dirancang lebih baik. Serta investasi di hutan dan lahan basah yang memurnikan air dan menawarkan pengendalian banjir.

"Untuk tujuan ini, bank harus melipatgandakan investasi kolektif mereka di bidang infrastruktus, setidaknya US$100 miliar per tahun pada tahun 2020," ucap Ngozi. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020