trubus.id
Luhut Binsar Pandjaitan: Negara Pulau dan Kepulauan Harus Bersatu demi Perubahan Iklim

Luhut Binsar Pandjaitan: Negara Pulau dan Kepulauan Harus Bersatu demi Perubahan Iklim

Diah Fauziah - Kamis, 06 Sept 2018 16:00 WIB

Trubus.id -- Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, mengungkapkan perlu ada langkah nyata untuk mengatasi dampak perubahan iklim, di mana negara-negara pulau dan kepulauan harus bersatu.

"Sebagai negara paling rentan oleh dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, kenaikan kadar keasaman laut, pemutihan karang, penangkapan ikan ilegal maupun bencana alam yang terjadi di laut, kita harus segera mengambil langkah nyata," kata Luhut, saat membuka Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) Forum Negara Pulau dan Kepulauan (AIS) di Jakarta, Kamis (6/9).

Country Director UNDP, Christophe Bahuet, menuturkan pentingnya gerakan menyelamatkan laut. Pasalnya, nilai pasar industri kelautan dan sumber daya pesisir secara global mencapai 3 hingga 6 triliun USD per tahun.

Baca Lainnya : Niat Indonesia Jadi Negara Percontohan Perubahan Iklim

"Apabila kita gagal melindungi laut dan tidak bisa menangani dampak perubahan iklim, bisa dipastikan terjadi bencana sosial serta ekonomi yang besar bagi masyarakat dunia," ucap Christophe.

Maka dari itu, penting melakukan kerja sama antara UNDP dengan Pemerintah Indonesia dalam melakukan intervensi strategis yang inovatif dan efektif dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

Dampak pemanasan bumi merupakan ancaman yang dihadapi semua negara, terutama negara pulau dan kepulauan. Untuk mengatasi ini, Indonesia memimpin dibentuknya pembentukan forum kerja sama konkret yang lebih erat antar negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia melalui Forum AIS.

Baca Lainnya : Kota Terapung, Solusi Tepat bagi Negara Kepulauan yang Terdampak Perubahan Iklim?

Tahun ini, Indonesia kembali mengadakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) AIS kedua sebagai tindak lanjut dari SOM pertama yang diselenggarakan pada 21 dan 22 November 2017.

Pertemuan yang diadakan di Jakarta sejak Kamis (6/9) hingga Sabtu (8/9) akan membahas tentang sampah plastik laut, pengembangan ekonomi biru, adaptasi terhadap perubahan iklim, tata kelola pemerintahan yang baik, manajemen bencana, perikanan berkelanjutan dan juga pertumbuhan ekonomi. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020