trubus.id
Peristiwa » Aneh, Gas Berbahaya Tiba-Tiba Muncul di Hutan Lura...
Aneh, Gas Berbahaya Tiba-Tiba Muncul di Hutan Lurah Tangek Sumbar

Aneh, Gas Berbahaya Tiba-Tiba Muncul di Hutan Lurah Tangek Sumbar

Astri Sofyanti - Rabu, 05 Sept 2018 12:00 WIB

Trubus.id -- Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengindentifikasikan adanya gas berbahaya di Kabupaten Agam yakni di kawasan hutan Lurah Tangek Angok atau Lurah Siameh yang berada di Jorong Aceh Baru, Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat.

Gas yang diduga berbahaya ini muncul dari balik bebatuan saat tim PVMBG melakukan pengukuran terhadap udara yang ada di kawasan tersebut. Pengukuran udara ini dilakukan karena PVMBG mendapat keluhan dari warga sekitar karena kawasan hutan menyebabkan sesak napas bagi yang melintasinya.

Setelah mendapat laporan, PVMBG langsung membawa alat pendeteksi yang digunakan berhasil mengidentifikasi jika kadar gas karbondioksida di kawasan ini memang sangat tinggi. gas tersebutlah yang menyebabkan sesak napas bagi siapa saja yang melintasi kawasan hutan itu.

Baca Lainnya: Kini Giliran Sumbar, 300 Hektar Hutan di Pesisir Selatan Ludes Dilalap Api 

“Kandungan karbondioksida terdeteksi mencapai 27 persen, normalnya di bawah 0,03-0,05 persen," terang Sofyan, salah seorang Tim Kimia Geologi dari PVMBG di Sumbar, Rabu (5/9).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, jika capaian kandungan karbondioksida 27 persen yang terdeteksi tertinggi itu berada di sebuah rekahan batuan sementara di titik lain kadarnya lebih variatif atau di bawah 27 persen.

Baca Lainnya: Musim Kemarau Datang, Awas Bahaya Karhutla Mengancam

Dengan begitu, rata-rata tinggi konsentrasinya bisa membahayakan karena menyebabkan rasa pusing dan mual jika terhirup oleh hidung.

Untuk itu, tim PVMBG telah mengimbau warga untuk tidak masuk ke kawasan tersebut. Terlebih ketika cuaca dalam keadaan hujan atau mendung. Hal ini karena kondisi ini akan dapat menyebabkan gas tidak terurai dan berkumpul di sepanjang kawasan itu.

Sampai saat ini PVMBG masih terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab timbulnya gas berbahaya itu.[KW]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020