trubus.id
Perubahan Iklim Bikin Serangga Lebih Lapar dan Rakus

Perubahan Iklim Bikin Serangga Lebih Lapar dan Rakus

Ayu Setyowati - Selasa, 04 Sept 2018 16:30 WIB

Trubus.id -- Hama, salah satu serangga yang harus dihadapi petani saat musim tanam tiba. Umumnya, berbagai macam serangga akan datang dan menggerogoti sekitar 20 persen tanaman.

Namun, sebuah laporan yang terbit di jurnal Science pada Kamis (30/8), para ahli menemukan jika sebagian besar serangga jadi lebih rakus selama pemanasan global. Mereka seperti hewan kelaparan yang bakal menggerogoti apa pun di depannya. Tanpa disadari, para petani akan menyemprotkan lebih banyak pestisida. Walaupun serangga mati, ada kerusakan lingkungan lain.

Baca Lainnya : Waspada, Ini 10 Spesies Serangga Paling Berbahaya di Dunia

Menurut ahli, untuk setiap derajat Celsius yang naik, akan membuat jumlah gandum, jagung, dan beras hilang lebih banyak 10 hingga 25 persen karena dimakan serangga.

"Ibaratnya, serangga telah memakan satu dari delapan loyang (bahan) roti sebelum sempat dibuat," kata Curtis Deutsch, profesor oseanografi kimia di University of Washington dan penulis peneltian.

Ia melanjutkan, "Kalau suhu pemanasan global naik empat derajat, serangga bakal makan dua dari delapan loyang (bahan) roti kita."

Baca Lainnya : Jumlah Serangga Terbang Telah Berkurang 75 Persen, Salah Siapa?

Meningkatnya suhu akan membuat sistem metabolisme serangga lebih cepat bekerja. Membuatnya lebih banyak makan. Siklus hidup serangga juga lebih cepat, membuat mereka bereproduksi lebih cepat pula.

Kedua hal tersebut akan berpengaruh dalam mengurangi hasil panen. Padahal, populasi manusia juga terus meningkat. Curtis dan timnya memakai model statistik untuk mensimulasikan efek pemanasan global pada sistem metabolisme dan reproduksi serangga. Gandum, jagung, dan padi digunakan sebagai sampel karena ketiganya bertanggung jawab pada 42 persen dari kalori yang dikonsumsi manusia.

Baca Lainnya : Hadiah US$1 untuk Serangga Penghisap Darah yang Ditangkap Warga

Menurut Curtis, kehilangan bahan makanan karena serangga sudah menjadi kerugian besar. Dengan populasi serangga yang lebih banyak, akan membuat petani memakai lebih banyak pestisida. Padahal, keputusan ini sama buruknya. Semakin banyak pestisida yang dipakai, banyak kerusakan lingkungan terjadi. Selain itu, pestisida dapat secara tidak sengaja membahayakan organisme lain, termasuk kesehatan manusia.

Dibanding memakai pestisida, Curtis menyarankan untuk mengurangi secara drastis tingkat gas rumah kaca yang dipancarkan manusia.

"Jika Anda ingin menyelesaikan masalah besar, Anda harus mencabut akarnya," tegasnya.

Benar juga, ya! [DF]
 
 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020