trubus.id
Peristiwa » Misteri Saluran Siluman yang Bikin Kali Bekasi Ter...
Misteri Saluran Siluman yang Bikin Kali Bekasi Tercemar Limbah

Misteri Saluran Siluman yang Bikin Kali Bekasi Tercemar Limbah

Syahroni - Senin, 03 Sept 2018 20:24 WIB

Trubus.id -- Senin (3/9) pagi, Kali Bekasi yang melintasi di Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur, Kota Bekasi tampak tertutup buih. Belakangan diketahui, kondisi ini terjadi sejak pukul 6 pagi. Selain berbuih, bau menyengat juga menyeruak hidung warga yang melintas. Diduga ada sejumlah limbah pabrik yang membuat pencemaran sungai

Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSA) wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Tengku Imam Qobul menambahkan, karena kondisi ini, banyak ikan yang menghuni sungai itu mati.

"Tadi ikan pada mati, ikan sapu-sapu aja pada mati, tadi pagi sebelum busanya besar ikan sudah ngambang saya lihat," terang Imam, Senin (3/9) siang.

Belakangan juga terungkap, Kali Bekasi rupanya diduga tercemar limbah pabrik untuk kesekian kalinya. Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Dugaan pencemaran sendiri mencuat setelah komunitas pegiat lingkungan hidup menemukan saluran pembuang limbah di Kali Cileungsi yang mengalir menuju ke Kali Bekasi.

"Seminggu terakhir kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar. Kualitas air, terutama derajat asam (basa) kadar pH nya tidak netral," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, Senin (3/9).

Baca Lainnya : Diduga Tercemar Limbah Sawit, Ribuan Ikan di Sungai Buluh Kotawaringin Mati

Dia menjelaskan, pencemaran di Kali Bekasi selain disebabkan limbah pabrik, juga dikarenakan faktor alam dengan turunnya hujan ‎sehingga menimbulkan busa di atas permukaan air.

"Saat terjadi hujan (Minggu malam), maka terjadi benturan antara ion-ion pencemar yang ada di air sehingga menghasilkan gas yang secara kasat mata karena berada di perairan berwujud busa atau buih," bebernya.

Di saat hujan tak turun, kata dia, aliran Kali Bekasi tidak tampak berbuih meskipun airnya bau karena sudah tercemar limbah pabrik.

‎"Air yang tidak netral dalam keadaan normal, tidak akan menghasilkan busa. Namun jika ada kocokan atau guncangan atau benturan maka akan menyebabkan reaksi yang menghasilkan gas atau buih," imbuhnya.

Dia mengakui, pihaknya sudah menerima laporan terkait tercemarnya Kali Bekasi beberapa hari belakangan ini. Karena itu pihaknya sudah menempatkan petugas di lokasi rawan pencemaran. 

Baca Lainnya : Satgas Citarum Harum Tutup Saluran Siluman Pembuangan Limbah

"Dan bila diketahui ada pembuangan, akan ditindak tegas," katanya.

Meski begitu, Pemerintah Kota Bekasi tidak dapat menindak tegas pabrik yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

‎Sementara itum, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C)‎ mengatakan, bau yang menyegat dari Kali Bekasi tercium hingga ke permukiman warga. 

"Baunya sudah menyegat, kasihan warga yang tinggal di sekitar Kali Bekasi," ujar Ketua KP2C, Puarman.

Kali Bekasi merupakan pertemuan dua sungai besar yakni Kali Cileungsi dan Kali Cikeas dari wilayah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pihaknya selalu melakukan pemantauan aliran Kali Cileungsi di beberapa pos pantau seperti di Jembatan Wika Desa Telajungudik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Di lokasi ini, air kali masih tampak jernih dan bening.

Kemudian, pihaknya melakukan pengecekan dua kilometer dari pos pantau itu, tepatnya di Jembatan Cikuda Desa Wamaherang, Kabupaten Bogor.

Baca Lainnya : Bandel, RPH di Semarang Ini Masih Buang Limbah ke Sungai

"Aliran sungai di lokasi ini sudah terlihat hitam dan bau menyengat," katanya.

Komunitas pegiat lingkungan hidup ini menemukan saluran pembuang limbah industri yang dibuat di dasar Kali Cileungsi. Saluran ini, baru diketahui setelah debit air Kali Cileungsi sedang menyusut.

"Kami temukan pipa pembuang limbah itu baru-baru ini. Dan saluran itu, diketahui karena sungai sedang mengering. Kalau debit kali sedang tinggi, saluran tersebut tak terlihat karena tertutup air," imbuhnya.

Dia mengaku, sudah melaporkan temuan ini kepada Pemerintah Kota Bekasi dan juga Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera ditindaklanjuti. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020