trubus.id
Life » Puntung Rokok Lebih Berbahaya dari Sedotan Plastik
Puntung Rokok Lebih Berbahaya dari Sedotan Plastik

Puntung Rokok Lebih Berbahaya dari Sedotan Plastik

Ayu Setyowati - Senin, 03 Sept 2018 17:30 WIB

Trubus.id -- Pelarangan penggunaan sedotan plastik telah dikampanyekan secara masif di seluruh dunia. Di Inggris, ada 23 juta sedotan plastik digunakan dan dibuang setiap hari, yang akhirnya mengotori lautan. Namun, tim peneliti dari San Diego State University mengatakan, puntung rokok yang mengandung filter di dalamnya, lebih mengontaminasi lautan daripada sedotan plastik.

Filter rokok terbuat dari plastik yang disebut selulosa asetat. Membutuhkan waktu 10 tahun untuk mengalami dekomposisi.

"Sangat jelas, tidak ada manfaat kesehatan dari filter rokok. Filter hanyalah alat pemasaran, mempermudah orang untuk merokok. Merupakan kontaminan utama dibanding semua sampah plastik," ujar Thomas Novotny, profesor kesehatan masyarakat dari San Diego State University kepada seperti Mirror UK, beberapa hari lalu.

Baca Lainnya : Lensa Kontak Berkontribusi pada Pencemaran Mikroplastik di Lautan

Thomas mengatakan, ada 5,6 triliun rokok dengan filter dari selulosa asetat diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Sayangnya, dua pertiga puntung rokok dibuang sembarangan, berakibat merusak lingkungan.

The Ocean Conservancy, kelompok advokasi lingkungan nirlaba yang telah mensponsori pembersihan pantai sejak 1986 mengatakan jika selama 32 tahun, puntung rokok telah menjadi satu-satunya benda yang paling banyak dikumpulkan dari pantai di seluruh dunia.

Total, lebih dari 60 juta puntung rokok yang dikumpulkan hingga saat ini, sepertiga dari semua barang yang dikumpulkan. Jika digabungkan, jumlah sampah puntung rokok lebih banyak daripada pembungkus plastik, wadah, tutup botol, peralatan makan dan botol.

Baca Lainnya : Sampah Plastik yang Dihancurkan Bisa Timbulkan Gas Rumah Kaca

Ketika terurai, limbah dapat menjadi mikroplastik yang mudah dikonsumsi satwa liar. Para peneliti menemukan 70 persen detritus, partikel organik hasil dari proses penguraian sampah, ada di dalam perut burung laut. Sebanyak 30 persen ada di tubuh penyu.

Filter yang dibuang biasanya mengandung serat sintetis dan ratusan bahan kimia untuk mengolah tembakau. Jelas, ini berbahaya bagi hewan liar. Namun demikian, Nick Mallos, direktur kampanye Trash Free Seas untuk Ocean Conservancy mengatakan, perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui dan menentukan apa bahaya limbah puntung rokok terhadap kesehatan manusia. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020