trubus.id
Rugikan Petani, APTRI Laporkan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

Rugikan Petani, APTRI Laporkan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

Binsar Marulitua - Sabtu, 01 Sept 2018 10:00 WIB

Trubus.id -- Petani tebu yang bernaung di bawah Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melaporkan peredaran Gula Kristal Rafinasi (GKR) ke pasar yang berasal dari tiga perusahaan, ke Bareskrim Polri.

Sekretaris Jenderal APTRI, Nur Khabsyin di Jakarta, Jumat (31/8) menyebutkan, peredaran gula rafinasi itu telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 dan Pasal 9 ayat 2.

"Yaitu gula rafinasi hanya diperdagangkan atau didistribusikan kepada industri dan dilarang untuk diperdagangkan ke pasar dalam negeri," katanya.

Baca Lainnya : Impor Gula, APTRI: Pemerintah Mau Bunuh Petani dan Industri Dalam Negeri?

Pihaknya sangat berharap agar pelaku tindak pidana tersebut dapat diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku dikarenakan sangat merugikan pihak petani.

Perdagangan gula rafinasi menyebabkan kekacauan distribusi nasional secara bertahun-tahun sampai dengan saat ini.

Lokasi penjualan gula yang hanya diperbolehkan untuk industri itu berada di Pontianak, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Kalimantan Timur, Tengerang, Banten serta Bogor dan Cianjur, Jawa Barat. Ia mengaku laporan ke polisi atas nama APTRI itu, merupakan yang ketigakalinya.

 "Laporan sebelumnya bahkan sampai ke persidangan," tandasnya.

Ia menyebutkan kerugian yang ditimbulkan adanya peredaran gula rafinasi dan gula impor bagi petani dalam 2 tahun terakhir ini mencapai angka Rp2 triliun.

Baca Lainnya : Bulog Siap Serap Gula Petani Sebanyak 500 ribu Ton

"Karena gula petani tidak laku karena pasar dibanjiri gula rafinasi dan gula impor," tegasnya.

Berdasarkan data APTRI, persediaan gula konsumsi (GKP) tahun 2018 sangat berlebih. Rinciannya, sisa stok tahun lalu 1 juta ton, rembesan gula rafinasi 800 ribu ton dan impor GKP tahun 2018 1,2 juta ton, serta tambahan impor GKP 2018 1,1 ton.

Kemudian produksi tahun 2018 2,100.000 ton. Hal itu berarti total ada gula GKP 6,200.000 ton. Sedangkan kebutuhan GKP tahun ini 2,7 - 2,8 juta ton, sehingga ada kelebihan gula 3,5 juta ton. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020