trubus.id
Ditinggalkan Generasi Muda, Setiap Tahunnya Sukabumi Kehilangan 500 Petani

Ditinggalkan Generasi Muda, Setiap Tahunnya Sukabumi Kehilangan 500 Petani

Ihsan Maulana - Kamis, 30 Agu 2018 14:15 WIB

Trubus.id -- Miris, setiap tahunnya jumlah petani di Kota Sukabumi, Jawa Barat terus berkurang. Menurut catatan, hampir 500 petani berkurang setiap tahunnya di kota ini. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi mencatat, di tahun 2016 lalu, jumlah petani di daerah tersebut masih mencapai sekitar 5.000 orang. Tetapi di tahun ini, jumlahnya telah berkurang menjadi sekitar 4.000 orang saja.

"Regenerasi petani di Kota Sukabumi memang belum berjalan dengan baik,’’ ungkap Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada wartawan, Kamis (30/8).

Baca Lainnya : Kementan Optimis, Bioindustri Mampu Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Petani

Hal ini diperparah dengan keputusan sebagian besar pemuda di kota itu yang lebih cenderung memilih dunia usaha, serta industri ketimbang bergerak di bidang pertanian. Kardina menambahkan, para pemuda yang sudah menerapkan metode pertanian modern juga jumlahnya masih sangat minim, dibandingkan dengan jumlah pengurangan petani disana.

Yah, meski masih minim, memang ada beberapa pemuda yang berhasil menerapkan dan mengembangkan metode pertanian modern, salah satunya hidroponik. Melihat potensi itu, ke depannya DKP3 Sukabumi akan lebih meningkatkan dan mengembangkan inovasi dalam bidang pertanian, baik pertanian konvensional maupun modern. Sehingga diharapkan banyak pemuda yang tertarik dan berminat menjadi petani.

Baca Lainnya : Bertanam Secara Organik, Membuat Petani Lebih Mandiri

‘’Dalam momen inovasi dan sosialisasi inilah yang akan disampaikan kepada seluruh pemuda memilih dunia usaha dan industri, siapa yang akan melanjutkan bertani dan mengembangkan pertanian,’’ imbuhnya.

Dirinya menilai, proses regenerasi diperlukan karena banyak petani tidak bisa bergerak lagi di bidang pertanian karena beberapa faktor. Seperti usia petani yang sudah terlalu tua, dan beralih profesi ke bidang pekerjaan lain. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020