trubus.id
Impor Gula, APTRI: Pemerintah Mau Bunuh Petani dan Industri Dalam Negeri?

Impor Gula, APTRI: Pemerintah Mau Bunuh Petani dan Industri Dalam Negeri?

Syahroni - Senin, 27 Agu 2018 22:45 WIB

Trubus.id -- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menambah quota impor garam dan gula mentah bulan September ini. Menanggapi hal itu, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dengan lantang menolak rencana itu. 

Sekjen APTRI, Nur Khabsyin mengatakan, impor gula mentah hanya akan membuat gula lokal tak akan laku di pasaran. Dampaknya, perekonomian para petani tebu di berbagai wilayah akan terganggu. 

Baca Lainnya : Menko Darmin : Bulog Akan Serap Gula Petani 100 Persen

“Tolak, sudah kebanyakan impor. Gula petani tak laku karena banjir impor, itu bikin petani sengsara karena kebanyakan,” tutur Nur Khabsyin, Minggu (26/8). 

Menurutnya, pemerintah tak perlu lagi mengimpor gula lantaran stok gula masih cukup. Ia menjelaskan, stok gula pada 2017 terdapat 1 juta ton, rembesan rafinasi sekitar 800 ribu ton. 

Sedang produksi gula pada 2018 yakni sebanyak 2,1 juta ton. Sementara kata dia kebutuhan gula konsumsi  2,7 ton. Dengan begitu stok gula surplus 1,2 juta ton. 

Baca Lainnya : Ditawari Impor Gula dari India, Ini Respon dari Kemendag

“Kalau ada lagi izin impor berarti surplusnya bertambah, ini gila pemerintah mau bunuh petani dan industri gula dalam negeri?” katanya. 

Diketahui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor gula mentah untuk sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdapat 7 BUMN yang rencananya mendapatkan jatah impor gula yang lima diantaranya sudah mengantongi izin dari Kemendag. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020