trubus.id
Penyalahgunaan Garam Impor Diduga Jadi Biang Kerok Anjloknya Harga Garam Lokal

Penyalahgunaan Garam Impor Diduga Jadi Biang Kerok Anjloknya Harga Garam Lokal

Syahroni - Senin, 27 Agu 2018 22:15 WIB

Trubus.id -- Kemarau menjadi waktu dan berkah bagi petani garam tradisional untuk memanen garam lokal. Namun sayangnya, di saat garam hasil panen petani tradisional ini sudah menumpuk dan melimpah ruah, harganya malah turun drastis.

Di wilayah pesisir Cirebon saja, saat ini harga garam lokal masih berkisar di harga Rp800 per kilogramnya. Harga tersebut dinilai lebih rendah daripada tahun sebelumnya.

Petani terpaksa menjual murah garam lokal ke tengkulak karena membutuhkan biaya termasuk membayar pocok alias buruh yang mengangkut garam dari tambak ke penampungan.

Baca Lainnya : Panen Melimpah, Harga Garam Tingkat Petani di Jepara Justru 'Rebah'

Di tempat berbeda, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, sedang meminta kejelasan alasan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka keran impor garam. Pemerintah juga diminta terlebih dulu mengutamakan hasil produksi garam dan gula lokal.

"Meminta penjelasan Kemendag mengenai penambahan kuota impor garam sebesar 3,7 juta ton yang dikaitkan dengan kebutuhan garam industri,” ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo, Senin (27/8).

Baca Lainnya : 40 Ton Garam Impor yang Dijual Dalam Bentuk Garam Konsumsi, Disita Polisi

Selain itu, Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo juga meminta Satgas Pangan melakukan pengawasan dan penyelidikan terkait penyalahgunaan garam industri untuk konsumsi. Sebab, penyalahgunaan dinilai yang menyebabkan harga garam lokal menjadi rendah.

"Sehingga menyulitkan ekonomi petambak garam," katanya lagi. 

Kementerian Pertanian (Kementan) juga diharapkan bisa menetapkan harga pokok pembelian garam di tingkat petani. Langkah ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga garam rakyat sesuai dengan UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam. [RN]

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020