trubus.id
Peristiwa » Menyalahgunakan Izin, 220 Hektare Sawit Dibabat di...
Menyalahgunakan Izin, 220 Hektare Sawit Dibabat di Bengkulu

Menyalahgunakan Izin, 220 Hektare Sawit Dibabat di Bengkulu

Binsar Marulitua - Sabtu, 25 Agu 2018 09:30 WIB

Trubus.id -- Aparat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu telah membabat ribuan pohon kelapa sawit di lahan seluas 220 hektare di kawasan hutan produksi terbatas Air Ipuh II, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

"Sudah ada 220 hektare tanaman sawit yang hangus. Tim terus bergerak menyelesaikan seluruhnya pada 371 hektare," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi di Bengkulu, Jumat (24/8).

Dikatakan Agus, pembersihan ribuan pohon kelapa sawit milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) yang berada di dalam kawasan hutan itu telah diawali oleh tim gabungan dari kehutanan, kepolisian, TNI, aparat desa, tokoh masyarakat dan lembaga non pemerintah.

Baca Lainnya : Dorong Pertambahan Devisa, Pemerintah Pacu Hilirisasi Industri Minyak Kelapa Sawit

Penanaman kelapa sawit di dalam kawasan hutan itu, kata Agus, merupakan kekeliruan PT DDP yang memiliki hak guna usaha di area yang berbatasan langsung dengan Hutan Produksi Terbatas Air Ipuh II.

Selain melanggar aturan karena mengalihfungsikan kawasan hutan, kebun kelapa sawit yang sudah hampir berproduksi itu menjadi sumber konflik antara warga di wilayah itu dengan perusahaan.

Sebelum aparat membabat ribuan pohon kelapa sawit, warga telah memanen massal buah sawit dari pohon yang berumur 8 hingga 9 tahun.

Baca Lainnya : Jokowi Minta India Tinjau Kembali Tarif Bea Masuk Kelapa Sawit Asal Indonesia

"Selain melanggar aturan, keberadaan sawit ini juga menjadi sumber konflik sehingga dimusnahkan," kata Agus.

Nantinya, tanaman kelapa sawitnya yang dibabat di kawasan itu akan dimasukkan dalam skema perhutanan sosial yang pengelolaannya melibatkan warga setempat. Sementara itu, tokoh masyarakat mengusulkan pengelolaan hutan seluas 371 hektare itu diserahkan kepada desa melalui skema kemitraan atau hutan desa.

"Skema pengelolaan area hutan itu masih akan dibahas bersama para kepala desa dan kepala kaum dari enam desa yang berbatasan dengan kawasan hutan," jelasnya. [DF]
 
 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020