trubus.id
Life » Kebakaran karena Sampah, Keindahan Ulu Kaso Musna...
Kebakaran karena Sampah,  Keindahan Ulu Kaso Musnah

Kebakaran karena Sampah, Keindahan Ulu Kaso Musnah

Diah Fauziah - Sabtu, 25 Agu 2018 14:00 WIB

Trubus.id -- Puncak Ulu Kasok di Kecamatan XII Kota Kampar memang menyuguhkan pemandangan indah seperti Raja Ampat di Papua. Pulau-pulau kecil berpadu dengan kehijauan air danau PLTA memanjakan mata wisatawan yang berkunjung di sana.

Tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mengunjungi tempat ini. Bisa ditempuh sekitar dua jam perjalanan dari Kota Pekanbaru untuk meuju lokasi yang berada di sisi kiri jalan, setelah bendungan PLTA Koto Panjang, arah ke Sumatra Barat.

Trubus Mania yang mau berwisata ke tempat ini, cukup membayar biaya parkir saja. Itupun tidak mahal, cuman Rp10 ribu untuk sepeda motor dan Rp20 ribu bagi kendaraan roda empat. Perjalanan ke puncak cukup menguras tenaga, apalagi jika kalian bermasalah dengan pernapasan lantaran harus mendaki sekitar 30 menit.

Kobaran api memusnahkan spot foto tempat wisatawan mengabadikan momen liburannya. Foto: Kontributor Trubus.id/ M Syukur.

Kini, keindahan Ulu Kasok hanya menyisakan cerita untuk beberapa bulan ke depan. Itu karena, di tempat ini, sudah terjadi kebakaran hebat sebanyak dua kali sepanjang tahun 2018. Setidaknya, menghanguskan tiga hektare lahan di Puncak Ulu Kaso. Tak hanya menghanguskan warung tempat warga sekitar mengais rezeki, api juga memusnahkan spot-spot foto yang menjadi buruan wisatawan mengabadikan momen.

Mirisnya, kebakaran yang terjadi tak hanya disebabkan alam saja, melainkan ulah manusia yang berkunjung di sana. Ya, keindahan Ulu Kasok dicederai oleh banyaknya sampah berserakan di bawah lereng yang diduga dibuang pengunjung. Sampah-sampah ini menjadi penyebab api bertahan lama dan menjalar ke mana-mana.

Adanya sampah berserakan ini disampaikan Kepala Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Adi Chandra, usai memadamkan api yang berkobar sejak Jumat (24/8) pukul 02.00 WIB. Adi dan tim-nya menemukan banyak tumpukan sampah di lereng bukit, di mana sampah didominasi kantong plastik dan botol minuman air mineral.

Di lokasi kebakaran, ditemukan sampah plastik berserakan. Foto: Kontributor Trubus.id/ M Syukur.

"Mohon maaf saja, agak jorok lokasinya yang di bawah. Banyak sampah plastik, makanya lama memadamkan apinya," kata Adi kepada Trubus.id, Jumat (24/8) petang.

Adi menduga, api berasal dari tumpukan sampah.

"Dugaan saya, ada orang yang mengumpulkan sampah dan membakarnya. Kemudian, api tersebt menjalar hingga ke lahan berstruktur tanah mineral berlapis pakis gambut. Kecil sekali kemungkinannya kebakaran disebabkan faktor alam," ucapnya.

Adi mengungkapkan, pemadaman api dilakukan oleh 30 petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran pemerintah setempat. Secara bergantian, pemadaman dilakukan sejak dini hari hingga siang.

Baca Lainnya : Kota Sampit Tertutup Asap Akibat Kebakaran Hutan

Kerja keras petugas berhasil. Api sudah bisa dikendalikan dan tinggal menyisakan asap. Supaya tidak ada api lagi yang menyebar ke lahan lain, petugas membuat blok atau sekat.

"Mudah-mudahan, hujan turun mendinginkan lahan yang terbakar karena selama ini hanya gerimis saja," katanya 

Ke depannya, jika lahan Ulu Kasok sudah pulih, dia berharap semua pihak menjaganya agar lokasi favorit wisata di Kampar ini tetap terjaga. Salah satu caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan. [DF]
 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020