trubus.id
Panen Melimpah, Harga Garam Tingkat Petani di Jepara Justru 'Rebah'

Panen Melimpah, Harga Garam Tingkat Petani di Jepara Justru 'Rebah'

Syahroni - Selasa, 21 Agu 2018 22:15 WIB

Trubus.id -- Meski sebentar lagi memasuki musim panen, namun para petani garam di Jepara justru resah. Yah, anjloknya harga garam di kalangan petani yang kian merosot jadi penyebabnya.

Sebelumnya, garam di Jepara berada di angka sekitar Rp110 ribu per tombong atau sekitar 80 kilogram. Namun memasuki musim panen, harganya justru turun jadi Rp70 ribu per tombong.

Penurunan harga ini ditenggarai terjadi karena saat ini sudah memasuki puncak panen. Hampir semua lahan garam milik petani tidak ada yang gagal panen. Karena itu, stok garam di tingkat petani jadi melimpah hingga akhirnya mempengaruhi harga jualnya. 

Baca Lainnya : Harga Garam di Cirebon Anjlok, Nasib Petani?

Miftah (67), seorang petani garam di Desa Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Jepara mengatakan, penurunan harga terjadi sejak seminggu belakangan. Sebelumnya, harga garam mengalami penurunan secara bertahap.

"Dari yang semula harganya Rp 110 ribu per tombong, menjadi Rp 100 ribu, turun terus sampai jadi Rp 70 ribu," kata Miftah.

Turunnya harga garam ini ditengarai akan terus berlangsung. Meski begitu, para petani hanya bisa berharap harga akan kembali naik dan stabil layaknya semula.

Faizin (42), petani lainnya menambahkan, hasil panen petani kali ini kualitasnya lebih baik. Selain para petani menggunakan geo membran untuk proses pengeringan air laut hingga menjadi garam, terik yang menyengat juga berpengaruh.

Baca Lainnya : Kenapa Garam Rakyat Kalah Saing dengan Garam Impor?

Faizin sendiri menggarap tambak garam yang memiliki luas 3 hektare. Hasil produksi garam dari tambak yang dimilikinya bisa mencapai 180 ton dalam sekali tempo musim kemarau.

"Saat ini garamnya bagus, meski harganya menurun. Ya karena banyak stok," kata dia.

Sementara, katanya, para petani akan terus meraup pundi-pundi rupiah dari hasil tambak garam selama musim kemarau berlangsung. Saat hujan mulai turun, maka, sebagian petani akan mengalihfungsikan tambak garam menjadi tambak ikan. Sebab, saat curah hujan tinggi garam tidak bisa diproduksi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020