trubus.id
Peternak Sapi Perah Resah, di Permentan 30/2018 Tak Ada Kewajiban IPS Serap SSDN

Peternak Sapi Perah Resah, di Permentan 30/2018 Tak Ada Kewajiban IPS Serap SSDN

Syahroni - Sabtu, 11 Agu 2018 23:00 WIB

Trubus.id -- Peternak sapi perah di Indonesia kini tengah resah. Hal ini terjadi menyusul diterbitkannya regulasi baru Permentan Nomor 30 Tahun 2018 belum lama ini. Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang baru itu, tidak dicantumkan kewajiban Industri Pengolahan Susu menyerap susu yang dihasilkan peternak dalam negeri.

Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Agus Warsito menilai, terbitnya regulasi baru Permentan Nomor 30 Tahun 2018 ini melemahkan posisi peternak sapi perah, terutama dalam penyerapan susu segar dalam negeri (SSDN).

"Permentan 26 yang direvisi menjadi Permentan 30 itu melemahkan peternak, sangat disayangkan sekali karena tidak ada klausul yang mewajibkan menyerap susu dalam negeri. Itu dihilangkan," kata Agus di Jakarta, Sabtu (11/8).

Baca Lainnya : Peternak Kulon Progo Enggan Pelihara Sapi Perah, Kenapa?

Permentan No.30/2018 resmi diundangkan pada 20 Juli 2018 lalu. Regulasi ini sangat disayangkan oleh para peternak sapi perah karena mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat terhadap pelaku usaha atau IPS terkait harga susu segar.

Menurut Agus, implementasi regulasi sebelumnya, yakni Permentan 26/2017 sudah lebih mengakomodasi peternak, terutama dalam meningkatkan harga susu segar yang diserap IPS.

Sejak diberlakukan akhir 2017, peternak mulai merasakan dampak harga susu segar yang mulai meningkat perlahan karena iklim persaingan antarindustri sudah mulai terbangun. 

Baca Lainnya : Kualitas Susu Sapi Lokal Kurang Baik, Ini Penyebabnya

Harga susu segar tingkat peternak yang semula sekitar Rp4.200-Rp4.300 per liter, mulai merangkak naik menjadi Rp4.800-Rp5.000 per liter, sejak diberlakukannya Permentan 26/2017.

"Iklim kompetisi antarpabrikan sudah mulai terbangun, tetapi tiba-tiba muncul Permentan 30, peternak menjadi pesimistis dengan masa depan kita. Lebih baik beralih saja ke peternak kambing," ungkapnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020