trubus.id
Kecelakaan, Burung <i>Frogmouth</i> di Australia Jalani Transplantasi Bulu

Kecelakaan, Burung Frogmouth di Australia Jalani Transplantasi Bulu

Ayu Setyowati - Sabtu, 11 Agu 2018 14:00 WIB

Trubus.id -- Seekor burung paruh katak atau burung frogmouth cokelat yang tinggal di kota Jimboomba, Australia, bernasib sial karena terjebak di kawat berduri. Burung frogmouth cokelat (Podargus strigoides) merupakan spesies burung nokturnal asli Australia. Burung ini punya mata besar dan tubuh gempal yang kerap disalahartikan sebagai burung hantu. 

Padahal keduanya merupakan jenis yang berbeda. Menurut presiden lembaga rehabilitasi reptil di Queensland, Anette Bird, kepada Australian Geographic, burung malang yang dinamai Kouro itu terjebak di pagar kawat berduri setinggi 1,8 meter.

Bird yakin burung malang itu tersangkut di pagar kawat berduri saat terbang di malam hari. Setelah Bird mendapat laporan, ia dan timnya bergegas datang ke lokasi untuk melepaskan burung. 

Namun, mereka harus melakukan cara berisiko untuk melepasnya. "Saat saya melihatnya, saya sadar burung ini sedang dalam masalah besar. Saya akhirnya  memotong bulu pada sayapnya untuk melepaskannya. Kalau hal itu tidak dilakukan, mungkin hal lebih buruk akan terjadi," ujar Bird yang kemudian membawa burung frogmouth itu ke rumah sakit hewan di Brisbane, seperti dilansir Science Alert, beberapa hari lalu. 

Meski kehilangan bulu utama di sayap, Kouro masih beruntung. Tak lama setelah Kouro diselamatkan, Bird mendapat telepon tentang burung frogmouth lain yang kritis. Belum sempat diselamatkan, burung frogmouth kedua yang didatanginya sudah mati karena mengalami cedera kepala dan sayap parah setelah menabrak mobil yang melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam. 

Bukan dikubur, burung yang mati ini dimanfaatkan bagian tubuhnya untuk mengobati Kouro. Prosedur transplantasi sayap dilakukan oleh dokter hewan Hamish Baron. Ia mengaku baru saja pulang dari pelatihan pengobatan dan pemasangan implan bulu burung di Dubai. 

Kouro menjalani prosedur transplantasi bulu yang disebut imping, di mana batang bulu pada sayapnya dipotong pendek, kemudian ditempelkan donor bulu untuk mengganti bulu yang rusak, dan disatukan dengan lem.

Prosedur imping ini berlangsung selama 45 menit. Baron menuturkan ada enam bulu yang ditransplantasikan.

Semua prosedur berjalan lancar dan Kouro sudah bisa terbang lima hari kemudian. Bila Kouro tidak melakukan transplantasi, ia harus hidup tanpa enam bulu di sayap dan tidak bisa terbang sempurna selama enam sampai 12 bulan. "Ini adalah metode yang sangat ajaib. Sangat luar biasa ketika saya melihatnya terbang," ujar Bird. [RN]


 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020