trubus.id
Life » Belanja Online Juga Bisa Ramah Lingkungan, Ini Car...
Belanja Online Juga Bisa Ramah Lingkungan, Ini Caranya

Belanja Online Juga Bisa Ramah Lingkungan, Ini Caranya

Ayu Setyowati - Sabtu, 11 Agu 2018 10:00 WIB

Trubus.id -- Gaya hidup ramah lingkungan kini semakin gencar dikampanyekan. Para pegiat lingkungan atau mereka yang peduli dengan isu tersebut kerap membagikan berbagai tips dan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi sampah. 

Di media sosial Instagram, misalnya, banyak yang membagikan gaya hidup minim sampah alias zero waste. Tak hanya dalam keseharian, bagi kamu yang hobi belanja online atau punya usaha onlineshop, juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk berkontribusi pada pengurangan produksi sampah, loh. Mau tahu caranya? 

Jeanny Primasari, salah satu founder Komunitas Zero Waste berbagi tips berbelanja online ramah lingkungan, salah satunya pengepakan paket barang yang minim sampah. Jeanny mengatakan peran penjual, pembeli, dan ekspedisi harus saling mendukung untuk melakukan hal ini. "Pembungkus untuk belanja online menurut saya ditentukan oleh tiga pihak, yakni penjual, pembeli, ekspedisi," kata Jeanny kepada Kompascom. 

Baca Lainnya : Plastik Ramah Lingkungan, Terbuat dari Kerang dan Tanaman Berkayu

Dari pengalamannya, kata Jeanny, seringkali penjual yang khawatir dengan keamanan pengemasan ketika diminta meminimalisasi penggunaan kardus, pembungkus, maupun lakban.  Sementara, pihak ekspedisi menyesuaikan standar operasional dengan lakban dan staples yang banyak. 

Tips untuk penjual

Jeanny membagikan tips bagi kamu yang memiliki usaha online, beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan: 
1. Penjual bisa memberikan disclaimer kepada pembeli jika barang yang akan dikirimkan menggunakan pengepakan dari barang bekas layak pakai, seperti plastik atau kardus bekas. Jeanny sudah menerapkan ini pada onlineshop miliknya dan tidak ada pelanggan yang menolak terkait pengepakan barang tersebut. 

2. Penjual bisa memprioritaskan pengiriman barang dengan memilih ekspedisi yang tak memaksa membungkus dengan plastik dari ekspedisi. Penjual dapat mengingatkan ekspedisi untuk tidak menambahkan lakban dan staples secara berlebihan. 

3. Untuk barang fragile atau mudah pecah, penjual tidak harus selalu memilih bubble wrap untuk melapisinya, karena bisa diganti dengan shredded paper, kain perca, kertas koran atau majalah bekas yang diremas untuk mengganjal produk. 

4. Jika produk sudah dilapisi plastik dari pabrik, hindari untuk membungkus ulang dengan plastik yang lain lagi. Menurut Jeanny, pilihan yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan kertas, apalagi koran bekas atau majalah bekas.

Baca Lainnya : Sampah Plastik yang Dihancurkan Bisa Timbulkan Gas Rumah Kaca

Tips untuk Pembeli 

Tak hanya inisiatif dari penjual, pembeli juga mempunyai peran besar terhadap pengepakan barang minim sampah. Beberapa hal bisa dilakukan sebagai berikut: 

1. Mencari onlineshop yang berlokasi paling dekat, agar jejak karbon dari sisi transportasi dapat ditekan sekecil mungkin. 

2. Menegaskan kepada penjual untuk memakai plastik, staples, dan selotip seminimal mungkin untuk membungkus. 

3. Pembeli mengusulkan kepada penjual untuk membungkus dengan kertas dan plastik bekas, serta memakai pengaman dari kain perca atau kertas atau kardus sebagai pengganti bubble wrap

4. Memilih ekspedisi yang tidak memaksakan pembungkusan ulang dengan plastik. 

5. Memilih ekspedisi instan hanya jika kondisi mendesak, jangan hanya demi memanfaatkan gratis ongkos kirim. Hal ini juga untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan, loh. 

6. Pembeli memberikan feedback kepada penjual setelah paket tiba dengan selamat walaupun dengan packaging yang minimalis sehingga penjual semakin percaya diri jika packaging secara minimal sudah cukup. Harapannya, semakin lama budaya over-packaging dapat berubah karena pihak pembeli dan penjual saling menyakinkan.

Baca Lainnya : Ketahuan Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai, Warga di Mumbai Didenda Rp5,2 Juta

Tips untuk ekspedisi 

Jeanny juga memberikan beberapa tips untuk pihak ekspedisi, yaitu: 

1. Pihak ekspedisi menyusun SOP yang ramah lingkungan dengan meminimalisasi pembungkusan ulang dan penggunaan lakban serta staples. Lagipula, bisa lebih hemat dari segi biaya. 

2. Memperbaiki kualitas layanan dengan memastikan paket sampai dalam kondisi baik sehingga pelanggan tidak perlu over protective terhadap paketnya. 

3. Melengkapi motor kurir dengan tas atau backpack waterproof atau tahan air sehingga paket dapat terlindungi dari hujan. 

Baca Lainnya : Perusahaan Ritel Perabot Ini Telah Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai


 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020