trubus.id
Bukannya Sehat, Olahraga Berlebihan Berefek Buruk Bagi Kesehatan Mental

Bukannya Sehat, Olahraga Berlebihan Berefek Buruk Bagi Kesehatan Mental

Ayu Setyowati - Sabtu, 11 Agu 2018 09:00 WIB

Trubus.id -- Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga diyakini juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Riset terbaru yang meneliti 1,2 juta orang Amerika Serikat, semakin menguatkan teori tersebut. Namun, peneliti juga menemukan kesimpulan, terlalu banyak berolahraga bisa menghasilkan efek yang merugikan bagi kesehatan mental, loh. 

Seperti disebutkan di laman Independent, riset tersebut dilakukan oleh peneliti dari Yale University dan Oxford University. Kesimpulan penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal PsikologiThe Lancet. Ada 1,2 juta orang dewasa di seluruh negara bagian AS yang menjadi responden dalam penelitian ini. 

Pengumpulan data dilakukan lewat survei Behavioral Risk Factor Surveillance System, pada tahun 2011, 2013 dan 2015. Data meliputi demografi serta informasi tentang kesehatan fisik, mental, dan rutinitas kesehatan. 

Di dalam riset ini, peneliti menanyakan informasi soal tingkat stres, depresi, dan masalah emosional peserta dalam 30 hari terakhir. Peserta juga ditanya soal frekuensi berolahraga dalam 30 hari terakhir, di luar pekerjaan tetap mereka. 

Juga, soal berapa kali dalam seminggu atau sebulan intensitas olahraga yang mereka lakukan. Periset pun memperhitungkan usia, ras, jenis kelamin, status pernikahan, pendapatan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, indeks massa tubuh, kesehatan fisik yang dilaporkan peserta, serta diagnosis depresi sebelumnya. 

Baca Lainnya : Lakukan Jenis Olahraga Ini untuk Redakan Stres

Dari data tersebut, periset menyimpulkan, berolahraga selama 45 menit dalam 3-5 kali seminggu adalah jumlah optimal untuk mendapatkan manfaat kesehatan mental terbesar.

"Depresi adalah penyebab utama ketidakmampuan di dunia. Sangat penting untuk menemukan cara meningkatkan kesehatan mental melalui kampanye kesehatan masyarakat." Demikian dikatakan Dr Adam Checkroud, Asisten Profesor Psikiatri di University of Yale, dan Kepala Ilmuwan di Spring Health, AS. 

Olahraga dipercaya dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan mental untuk segala usia, ras, jenis kelamin, pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan. Namun, durasi dan frekuensi olahraga memainkan peranan penting dalam hal ini. 

"Kami menggunakan ini untuk mencoba dan menyesuaikan rekomendasi olahraga dan mencocokkan jenis olahraga khusus untuk setiap individu, guna meningkatkan kesehatan mental mereka," kata Checkroud. 

Namun, seberapa sering dan seberapa banyak kita berolahraga juga memainkan peranan penting. Berolahraga kurang dari 30-60 menit dalam 3-5 kali seminggu bisa mengurangi manfaat olahraga untuk meningkatkan kesehatan mental, begitu juga ketika berolahraga melebihi jumlah tersebut. 

Berolahraga lebih dari 90 menit masih mampu meningkatkan kondisi mental, meski tak akan berjalan secara efektif. Tapi berolahraga lebih dari tiga jam sehari, justru memperburuk kesehatan mental. 

Baca Lainnya : Studi: Olahraga Tingkatkan Fisik Penderita Demensia Namun Tidak Kognitifnya

Peneliti berpendapat bahwa orang yang berolahraga dalam jumlah ekstrim mungkin memiliki karakteristik obsesif yang membuat mereka rentan terhadap masalah kesehatan mental. 

"Sebelumnya, orang percaya semakin banyak olahraga yang dilakukan, semakin baik kesehatan mentalnya. Namun penelitian kami menunjukkan sebaliknya," papar Chekroud. Ia juga mengatakan, riset tersebut membuktikan olahraga yang dilakukan secara berkelompok efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental.

Editor : Syahroni

Berita Terkait

03 April 2020
03 April 2020
03 April 2020

Berita Lainnya