trubus.id
Dikecam Netizen, Perusahaan Ini Batalkan Tawaran Menginap di Tembok Raksasa China

Dikecam Netizen, Perusahaan Ini Batalkan Tawaran Menginap di Tembok Raksasa China

Diah Fauziah - Rabu, 08 Agu 2018 17:30 WIB

Trubus.id -- Platform home sharing dari Amerika Serikat, Airbnb telah menunda rencana untuk menyediakan penginapan di Badaling Great Wall di Beijing, China, di tengah kekhawatiran bahwa itu dapat merusak struktur kuno.

Pada Selasa (7/8), perwakilan Airbnb mengatakan jika mereka tidak akan meneruskan rencananya untuk menghormati opini publik. Meskipun, acara yang dikenal sebagai Night at the Great Wall telah disetujui pihak terkait.

"Kami tidak ingin mengalihkan perhatian dari tujuan meningkatkan hubungan manusia," ucap pernyataan tersebut.

Baca Lainnya : Tembok Raksasa Ini Tak Kalah Memukau Dibanding Tembok Raksasa China

Hanya saja, tidak dijelaskan lebih lanjut apakah perusahaan tersebut akan tetap mengadakan acara tersebut di tempat lain.

Namun, komisi budaya di distrik Yanqing Beijing, yang mengawasi Tembok Raksasa di China, mengeluarkan sebuah pernyataan pada Senin (6/8) yang mengatakan jika pihaknya tidak mengetahui rencana Airbnb mengadakan acara di warisan budaya tersebut pada malam hari. Dan, tidak ada persetujuan yang diberikan.

"Kami tidak mendukung kegiatan seperti itu karena tidak membantu melestarikan warisan budaya. Ini mengutip beberapa undang-undang dan aturan tentang perlindungan peninggalan budaya," jelas pernyataan yang dikeluarkan komisi budaya di distrik  Yanqing Beijing, China.

Baca Lainnya : Piramida China, Reruntuhan Makam Mewah Kekaisaran Xia Barat

Sebelumnya, rencana Airbnb menyebabkan kegemparan setelah netizen di China menyuarakan kekhawatiran mereka tentang potensi kerusakan di benteng militer kuno.

Kamis (2/8) lalu, Airbnb menawarkan sensasi menginap semalam di ruang menara obor di Tembok Raksasa China bagi pengguna Airbnb pada September mendatang. Perusahaan itu mengatakan jika ruangan tersebut akan dilengkapi dengan kamar mandi. Sebelum ini, Airbnb telah mengadakan kegiatan serupa di sejumlah negara, termasuk di Great Barrier Reef di Australia dan Kastil Drakula di Rumania. [DF]


 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020