trubus.id
5  Kendala Sektor Pertanian dalam Lima Tahun ke Depan

5 Kendala Sektor Pertanian dalam Lima Tahun ke Depan

Binsar Marulitua - Sabtu, 04 Agu 2018 13:00 WIB

Trubus.id -- Sektor pertanian dalam kurun waktu lima tahun ke depan menghadapi lima kendala. Masalah modal hingga penerapan teknologi menjadi tantangan yang harus segera ditangani.

"Ubah pola pikir petani agar menerapkan teknologi moderen," kata Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bambang Budi Waluyo. 

Pupuk dan pascapanen juga menjadi hambatan yang membuat harga produksi panen anjlok karena produksi yang melimpah. Begitu juga dengan lahan pertanian yang semakin habis tiap tahunnya.  

Menurut Bambang, jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan-tindakan khusus, lahan pertanian yang ada dalam waktu cepat akan berganti menjadi  perumahan dan sebagainya.

Baca Lainnya: Jumlah Petani Turun Drastis karena Kebijakan yang Keliru

"Makannya kita kira lima tahun ke depan gimana pertanian kita sehingga perlu ada kebijakan pemerintah terkait pengawasan regulasi dan sebagainya," kata dia.

Dewan Pakar HKTI Agus Pakpahan mengatakan, proses alamiah beralihnya lahan pertanian menjadi perumahan membuat petani gurem tak sejahtera. Untuk diketahui, gurem adalah petani yang memiliki atau menyewa lahan di bawah 0,5 hektare.

Menurutnya, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian saat ini, meski mencapai swasembada tapi tidak berkorelasi positif dengan kesejahteraan petani. Tren kesejahteraan petani juga bertolak belakang dengan perkembangan di negara maju.

Baca Lainnya: Guru Besar IPB: Kebijakan Beras Saset Perlu Dikaji Ulang

"Rasio nilai tambah pertanian per pekerja terhadap pendapatan rata-rata nasional menurun," kata dia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  Institut Pertanian Bogor (IPB) Eva Anggraini menambahkan, degradasi lahan sebenarnya sudah terjadi begitu masif karena perubahan iklim yang menciptakan lahan kritis. Hal ini diperparah dengan para petani yang mengelola lahan dengan luasan kecil.

Menurutnya, reformasi agraria perlu terus didorong untuk mewujudlam keadilan. Selain itu, sumber daya manusia juga menjadi faktor  penting yang perlu diperhatikan.

"Kalau kita tidak majukan, kemungkinan besar kita terlindas perkembangan yang ada," ujarnya. [KW]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020