trubus.id
Dijilat Anjing, Kaki dan Tangan Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Dijilat Anjing, Kaki dan Tangan Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Diah Fauziah - Jumat, 03 Agu 2018 19:00 WIB

Trubus.id -- Seorang pencinta anjing di Wisconsin, Amerika Serikat, harus diamputasi kedua tangan dan kakinya dalam serangkaian operasi penyelamatan jiwa. Semua itu dilakukan setelah seekor anjing menjilatnya.

Infeksi darah yang langka membuat Greg Manteufel, 48 tahun, dirawat di ruang gawat darurat pada akhir Juni lalu. Padahal awalnya, Greg mengira hanya terinfeksi flu, menurut laporan yang dikeluarkan pejabat kesehatan.

Setelah diperiksa, dokter menemukan jika infeksi itu disebabkan oleh bakteri Capnocytophaga, yang biasa ditemukan di air liur anjing dan kucing.

 

Foto: Istimewa.

"Setelah dijilat anjing, muncul bintik-bintik darah di sekujur tubuh Greg," kata Dawn, istri Greg.

Beberapa jam kemudian, tubuh Greg mulai mengalami syok septik.

Kepada Washington Post, Dawn mengatakan jika suaminya merupakan pencinta anjing.

"Dia akan menyentuh anjing mana pun, tidak peduli liar atau jinak," jelasnya.

Baca Lainnya : Di Korea Selatan, Membunuh Anjing untuk Dimakan Itu Ilegal

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, kedua kaki Greg harus diamputasi hingga ke tempurung lututnya untuk menghilangkan lebih banyak kerusakan. Operasi lain juga dijadwalkan untuk mengangkat sebagian tangannya.

"Hidungnya membutuhkan perbaikan ekstensif. Artinya, dia memerlukan operasi plastik untuk memiliki hidung baru yang sehat," jelas Dawn.

Meski begitu, Greg tetap berpikir positif.

"Dia bilang, apapun yang terjadi, kita harus bergerak maju. Jangan pernah menyesalinya," cerita Dawn.

Baca Lainnya : Di Swiss, Pemilik Anjing Harus Memungut Kotoran Hewan Peliharaannya

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, meskipun bakteri Capnocytophaga dapat ditularkan dari anjing dan kucing ke manusia, kebanyakan orang yang bersentuhan dengan hewan ini tidak menjadi sakit.

Namun, orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah (misalnya, orang-orang dengan kanker atau mereka yang menggunakan obat-obatan tertentu seperti steroid) memiliki risiko lebih besar untuk menjadi sakit. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020