trubus.id
12.419 Warga Cilacap Alami  Krisis Air dan Kekeringan

12.419 Warga Cilacap Alami Krisis Air dan Kekeringan

Ihsan Maulana - Kamis, 02 Agu 2018 16:15 WIB

Trubus.id -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, bencana kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah saat ini terus meluas.

"Dari laporan yang kami terima per tanggal 31 Juli, bencana kekeringan dan krisis air bersih sudah melanda 15 desa di delapan kecamatan," ujarnya di Cilacap, Kamis (2/8).

Ia menambahkan, jumlah warga yang terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih di 15 desa tersebut, mencapai 12.419 jiwa atau sebanyak 3.268 keluarga.

Baca Lainnya : BPBD Siap Antisipasi Kekeringan Di Kota Serang

Sebagai penanganan awal, BPBD Cilacap terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga, di desa yang terdampak bencana kekeringan maupun krisis air bersih.

Ia menjelaskan, bantuan air bersih ini merupakan kerja sama antara BPBD Cilacap, PDAM Tirta Wijaya, PMI Cilacap, Kepolisian Resor Cilacap, sampai program pertanggungjawaban sosial perusahaan (corporate social responsibilty/CSR) sejumlah perusahaan di Kabupaten Cilacap.

Sampai tanggal 31 Juli, ia mengklaim sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 68 tangki, dengan rincian:

- Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, (11 tangki).

- Desa Bringkeng (10 tangki), Ujungmanik (lima tangki), Kecamatan Kawunganten.

- Bojong (8 tangki), Grugu (7 tangki), Sidaurip (4 tangki), Kubangkangkung (2 tangki), dan Babakan (2 tangki).

- Desa Patimuan (4 tangki), dan Sidamukti (1 tangki).

- Desa Panikel (2 tangki), Desa Sidaurip (1 tangki) dan Desa Karangbenda (5 tangki).

- Desa Karangpucung (2 tangki), Desa Brebeg (4 tangki).

"Bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih, kami persilakan pemerintah desa setempat untuk mengajukan surat permohonan yang akan dijadikan dasar bagi kami untuk menyalurkan bantuan tersebut," lanjut Tri.

Baca Lainnya : BMKG Prediksi Titik-titik Rawan Kekeringan Ekstrem di DIY, Berikut Daftarnya...

Sementara itu, ia mengaku tidak semua desa yang telah mendapat bantuan air bersih mengalami kekeringan. Dikarenakan beberapa daerah, krisis air bersih terjadi akibat intrusi air laut seperti di Desa Ujungmanik dan Panikel.

"Jadi adanya sumber air yang terintrusi air laut, sehingga air menjadi payau, berwarna hitam, dan berbau sehingga tidak layak konsumsi," tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, dan krisis air bersih pada tanggal 15 Mei hingga 15 Agustus. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020