trubus.id
Jumlah Petani Turun Drastis karena Kebijakan yang Keliru

Jumlah Petani Turun Drastis karena Kebijakan yang Keliru

Karmin Winarta - Kamis, 02 Agu 2018 10:00 WIB

Trubus.id -- Jumlah petani di Indonesia terus menurun. Selama sepuluh tahun terakhir.  Sesuai sensus tahun 2000, jumlah petani di Indonesia mencapai 31 juta. Setelah sepuluh tahun, jumlah itu menurun drastis, menjadi 26 juta jiwa saja. 

Fakta ini tentu tidak mengejutkan, karena dunia pertanian dianggap kurang menarik bagi anak-anak muda. Bahkan anak-anak petani pun tidak mau menjadi petani. Karena petani dianggap tidak keren dan penghasilannya kurang. Menjadi petani tak menjanjikan masa depan yang lebih cerah.

Menurut Guru Besar IPB, Prof. Dr Ir Dwi Andreas Santosa, MS hal ini karena konsep sementara yang dianut adalah peningkatan produksi. Sehingga semua upaya diarahkan bagaimana produksi pertanian meningkat, bukan bagaimana mensejahterkan petani, memuliakan petani.

Baca Lainnya: Selama 10 Tahun, Indonesia Kehilangan 5 Juta Petani

"Program yang menjurus ke peningkatan produksi, program yang dialihkan ke peningkatan produksi ini harus dirombak total menjadi program-program yang meningkatkan kesejahteraan petani, " katanya di sela-sela Coffee Morning di kantor Bina Swadaya yang berada di Wisma Hijau, Mekarsari, Depok.

Kepada Trubus.id, Andreas Santosa juga menyampaikan,  jika program peningkatan kesejahteraan petani berjalan dengan baik, ini efeknya luar biasa.  Pertama, produksi akan meningkat dengan sendirinya karena peningkatan produksi adalah hadiah atau rewards ketika kita berusaha dengan upaya keras untuk meningkatkan petani.

Baca Lainnya: Dianggap Tidak Akurat, Guru Besar IPB Minta Kementan Perbaiki Data

Kedua, petani yang dengan terpaksa meninggalkan lahannya, selama ini setiap tahun kira-kira lebih dari 500 rbu rumah tangga petani keluar dari lahannya, bisa kita tekan. karena usaha tani menguntungkan bagi mereka

Ketiga, demografi yang sekarang mengerucut, membengkak keatas dalam arti petani muda semakin mendominasi di NKR,  bisa direm, sehingga petani-petani muda mulai banyak, mulai ada, sehingga demografi petani yang menggelembung ke atas bisa kita ubah. [KW]

 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020