trubus.id
Tingkatkan Penerapan Teknologi Industri IKM, Kemenperin Maksimalkan DAPATI

Tingkatkan Penerapan Teknologi Industri IKM, Kemenperin Maksimalkan DAPATI

Ihsan Maulana - Kamis, 02 Agu 2018 09:00 WIB

Trubus.id -- Dalam meningkatkan kemampuan IKM dalam pengembangan dan penerapan teknologi industri, Kementerian Perindustrian akan memaksimalkan program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI).

”Program ini dilaksanakan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara melalui keterangannya yang diterima awak media, Rabu (1/8).

Ia menilai, pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan pengembangan industri nasional, agar lebih berdaya saing global melalui berbagai instrumen, baik berupa kebijakan maupun dukungan sarana dan prasarana industri. Termasuk fokus kepada sektor IKM.

Baca Lainnya : Kemenperin Akan Gaet Ribuan Orang Untuk Jadi Pengusaha IKM Bulan Ini

”Penggunaan teknologi merupakan salah satu faktor penting untuk mendongkrak kekuatan IKM kita agar menghasilkan produk yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global. Selain itu dapat pula mendorong terciptanya inovasi sejalan dengan implementasi di era revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Kemenperin, Sony Sulaksono menambahkan, program DAPATI bisa memberikan bantuan pendanaan berupa sebagian biaya yang diperlukan untuk pelayanan jasa konsultansi teknis guna mengatasi permasalahan yang dihadapi IKM. Hal ini bisa meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing, dan kemandirian bagi para pelaku IKM.

“Bentuk bantuan jasa konsultansi teknis tersebut mengacu pada skema kemitraan, di mana IKM turut membiayai proyek tersebut dengan skema 75 persen pembiayaan pemerintah, melalui dana bantuan berupa jasa konsultansi teknis dan 25 persen pembiayaan pelaku IKM,” imbuhnya.

Baca Lainnya : 50 IKM Logam Ikuti Pelatihan Melek Teknologi dari Kemenperin

Di sisi lain, dalam lima tahun terakhir, sedikitnya 25 IKM yang tersebar di seluruh Indonesia sudah merasakan benefit dari program DAPATI. Beberapa di antaranya IKM garam di Aceh, yang mendapat jasa konsultansi peningkatan proses produksi garam, melalui Balai Riset dan Standardrisasi Aceh.

Kemudian, IKM Keramik Hias di Bandung yang mendapat jasa konsultansi peningkatan produktivitas dan daya saing produk keramik hias melalui Balai Besar Keramik. IKM Batik di Yogyakarta yang mendapat jasa konsultansi, pengembangan produk desain batik melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Serta, IKM Cokelat di Makassar yang mendapat jasa konsultansi peningkatan mutu produk cokelat, dengan perbaikan proses tempering melewati Balai Besar Industri Hasil Perkebunan. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

IKM

Berita Terkait

31 Mar 2020
31 Mar 2020
31 Mar 2020

Baca Juga

Berita Lainnya