trubus.id
Kemenperin Dorong IKM Alsintan Lokal Unjuk Gigi Dalam INAGRITECH 2018

Kemenperin Dorong IKM Alsintan Lokal Unjuk Gigi Dalam INAGRITECH 2018

Ihsan Maulana - Rabu, 01 Agu 2018 18:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian RI, terus mempromosikan industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa eksis dan bersaing dengan produk unggulannya di pasar domestik dan internasional.

Salah satunya adalah promosi mesin pertanian berteknologi unggulan, dengan mendukung empat IKM alat dan mesin pertanian (alsintan) berpartisipasi pada Indonesia International Agricultural Machinery, Equipment, Technology & Services Exhibition (INAGRITECH) 2018 di Jakarta.

“Dengan didatangi sebanyak 15.000 pengunjung yang meliputi kalangan profesional dan pebisnis sektor alat dan mesin pertanian dari dalam dan luar negeri, pameran ini bisa menjadi platform paling komprehensif untuk sektor IKM alat dan mesin pertanian kita,” ujar Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih melalui keterangannya yang diterima awak media, Rabu (1/8).

Baca Lainnya : Sayuran dan Beras Organik Makin Tren, Begini Cara Menanamnya

Ia merinci, keempat IKM tersebut yakni PT Fogerindo Barnama yang dikenal sebagai produsen dan distributor peralatan pengendalian hama serta insektisida lingkungan.

“Fogerindo Barnama juga menjadi produsen mesin fogging (pengasapan) yang sudah berhasil menembus pasar ekspor,” tambahnya.

IKM selanjutnya adalah PT Mitra Balai Industri, yang merupakan perusahaan pompa pengairan serta pengolah limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik.

Baca Lainnya : 15 Sayuran Organik Ini Bisa Kita Tanam dalam Pot, Apa Saja?

“Pada tahun 2013, mereka berhasil men-supply produk lebih dari 2000 unit yang telah terjual ke Aceh hingga Papua,” imbuhnya.

Kemudian ada PD Karya Mitra Usaha, yang memproduksi mesin dan alat pertanian, alat pengolahan sampah, alat packing, alat perlengkapan toko, alat pembibitan dan tanam, alat pengolahan tanah, juga alat laboratorium. 

“Dan IKM yang terakhir adalah CV Saya Cinta Kopi, yang memproduksi mesin pengolahan kopi, yang juga melakukan demo mesin roasting kopi selama pameran berlangsung,” jelasnya.

Baca Lainnya : Martani Organik Bina Petani Bertanam dan Hasilkan Produk Organik

Gati menyebutkan, dalam pameran ini, pihaknya juga memberikan layanan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang bertujuan memberi layanan HKI bagi IKM yang membutuhkan informasi, sosialisasi, fasilitasi pendaftaran, advokasi, dan layanan bagi para pengusaha IKM.

“Di tahun 2017, Klinik HKI IKM telah menyalurkan bantuan untuk 3400 merek, 120 hak cipta, 6 desain industri, 17 paten dan 1 indikasi geografis,” tandasnya. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

IKM

Berita Terkait

31 Mar 2020
31 Mar 2020
31 Mar 2020

Baca Juga

Berita Lainnya