trubus.id
Berstatus Daerah Tertinggal, Perpusdes Galagah HSU Kalsel Masuk Enam Besar Lomba Perpus Nasional

Berstatus Daerah Tertinggal, Perpusdes Galagah HSU Kalsel Masuk Enam Besar Lomba Perpus Nasional

Ihsan Maulana - Selasa, 31 Jul 2018 17:00 WIB

Trubus.id -- Perpustakaan Desa Galagah yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini sudah masuk dalam nominasi enam besar Lomba Perpusdes Nasional. Salah satu yang istimewa adalah hal ini dicapai meskipun Kabupaten HSU masuk dalam salah satu Kabupaten tertinggal.

"Bagi saya, HSU sudah juara karena sudah masuk enam besar tingkat nasional, kami tinggal merangking juaranya berdasarkan penilaian nanti," ungkap Ketua Tim Penilai Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Nasional, Tengku Saiful Bahri di Amuntai, baru-baru ini.

Saiful menambahkan, masuk dalam enam besar nominasi Juara Perpusdes Tingkat Nasional dengan menyisihkan sekitar 74 ribu desa di Indonesia adalah prestasi yang harus dibanggakan Kabupaten HSU dan masyarakatnya.

Baca Lainnya : Tingkatkan Literasi Masyarakat Kemenristekdikti Hadirkan Perpustakaan Tata Kelola Keuangan

Sementara itu, Perpusdes 'Cahaya Ilmu' Desa Gelagah, Kabupaten HSU, akan bersaing dengan Perpusdes dari daerah lainnya seperti Jawa Timur, DIY Yogyakarta, Magelang Jawa Tengah, Sukabumi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

"Tentu tidak ada Perpustakaan Desa yang sempurna, masih tersisa sekitar satu bulan bagi Perpustakaan 'Cahaya Ilmu' Desa Galagah untuk melengkapi segala kekurangan agar mencapai penilaian yang maksimal," lanjut Saiful.

Ia menegaskan, kehadiran tim penilai lomba tidak hanya memotivasi pengurus Perpusdes di HSU untuk meraih juara, namun membina sejauh mana perpusdes bisa menjadi tempat belajar masyarakat, dan kedepannya terus berkembang.

Baca Lainnya : Biblioburro, Perpustakaan Keliling dengan Dua Keledai

Saiful berharap, kedepannya tiap perpusdes bisa menjadi pusat informasi, penelitian dan rekreasi pengetahuan bagi masyarakat desa. Juga menjadi lokasi berbagai kegiatan keterampilan masyarakat.

"Hendaknya perpustakaan desa bisa menyediakan buku-buku atau majalah yang dibutuhkan masyarakat desa seperti buku tentang cara bertani, beternak, kerajinan dan sebagainya. Para pustakawan desa harus jeli melihat potensi desa dan kebutuhan informasi masyarakat, bagaimana dampak keberadaan Perpusdes bagi masyarakat mendapat perhatian tinggi dalam penilaian lomba," jelasnya.

Perpusdes juga harus menggunakan fasilitas layanan Teknologi Informasi (IT), supaya bisa mengimbangi adanya kemajuan informasi melalui gadget dan komputer.

Baca Lainnya : Dana Desa Boleh Dipakai untuk Pengembangan Perpustakaan

Secara keseluruhan, Perpusdes 'Cahaya Ilmu' Desa Gelagah disebut Saiful sudah memenuhi 10 komponen penilaian seperti kondisi bangunan, anggaran, petugas dan lainnya. Meski tidak ada Perpusdes yang benar-benar sempurna.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Lailatanur Raudah mengungkapkan jika jumlah Perpusdes di daerah tersebut masih minim.

"Namun kami sudah ada MoU dengan Kementerian Desa dan PDTT jika dana desa bisa digunakan untuk membangun perpustakaan desa, PAUD beserta sarana dan prasarananya asalkan persentasenya sesuai dengan ketentuan," sambungnya.

Dengan adanya perpustakaan di Desa Galagah, yang saat ini menjadi wakil Provinsi Kalsel ditingkat nasional maka diharapkan bisa menjadi inspirasi, dan model bagi perpustakaan lainnya untuk mengembangkan diri. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020