trubus.id
Di Depan Jokowi, Petani NTB Minta Pemerintah Stop Impor Sapi

Di Depan Jokowi, Petani NTB Minta Pemerintah Stop Impor Sapi

Syahroni - Senin, 30 Jul 2018 22:45 WIB

Trubus.id -- Senin (30/7), Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak pagi, Jokowi didampingi Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menemui masyarakat di sana. 

Bahkan keduanya juga menyempatkan diri mengunjungi petani-petani di Sumbawa. Dalam kesempatan itu, presiden dan TGB menyepatkan diri mendengarkan curahan hati para petani.

Salah satu desa yang disambangi Jokowi dan TGB adalah Desa Pernek, Kecamatan Moyohulu, Kabupaten Sumbawa, NTB. Para petani di desa ini merupakan petani yang masuk dalam program Padat Karya Tunai irigasi, yang dibina oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Baca Lainnya : Jokowi Sebut Peluang Dunia Usaha Peternakan Masih Banyak

Jokowi bersama TGB, juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menyusuri tepian sawah menyapa para petani. Di situ, Jokowi pun mulai membahas irigasi yang dibangun petani hingga soal hasil panennya.

"Kalau bisa memang rasio penggilingan padinya sudah diganti sehingga redeminnya tinggi," kata Jokowi.

Jokowi juga bicara soal bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang hingga kini mencapai 263 juta jiwa. Untuk itu, dibutuhkan banyak produksi beras.

"Setiap tahun tambah kita 3 juta loh yang harus diberi makan," kata Jokowi 

Namun menanggapi hal itu, petani mengaku kalau produksi beras di NTB mengalami surplus. Karena itu Jokowi memuji kinerja para petani di sana. 

"Iya, kalau semua provinsi kayak NTB, suka saya. Ini blak-blakan saja. Kalau jelek kita sampaikan jelek, kalau bagus ya bagus," kata Jokowi.

Selain membahas beras, masalah sapi juga disinggung. Patut diketahui, sapi memrupakan salah satu produk unggulan di NTB. Karena itulah salah seorang petani meminta Jokowi menghentikan impor daging sapi.

Baca Lainnya : Kunjungi ASAFF, Jokowi Ramaikan Pameran Inovasi Pertanian

"Pak, itu yang impor kalau bisa jangan lagi. Kan NTB banyak Pak, tinggi," kata petani tersebut.

"Emang mampu? Bisa nggak (memenuhi kebutuhan sapi di Indonesia)?. Kita ini, pemerintah ini kan harus menjaga keseimbangan. Kalau harga tinggi, nanti diprotes," kata Jokowi.

Suasana bincang itu berlangsung santai. Cuaca yang teduh dan pemandangan yang indah berlatar sawah serta bukit Olat Maras membuat suasana menjadi akrab. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020