trubus.id
Banyak Kredit Macet, Jumlah Koperasi di Kulon Progo Akan Dipangkas

Banyak Kredit Macet, Jumlah Koperasi di Kulon Progo Akan Dipangkas

Ihsan Maulana - Senin, 30 Jul 2018 13:30 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kedepannya akan mulai membatasi jumlah koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus kredit macet yang terjadi saat ini.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan, di wilayahnya saat ini ada sekitar 700 unit koperasi, namun mayoritasnya bergerak di sektor simpan pinjam.

"Oleh sebab itu kami sangat menyayangkan, banyak koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam, belum bergerak di sektor riil. Setelah saya cek, banyak yang pinjam, tapi tidak mau mengembalikan," ujar Hasto, Senin (30/7).

Baca Lainnya : Pentingnya Ubah Kuantitas Menjadi Kualitas Koperasi di Indonesia

Untuk itu, Pemkab Kulon Progo akan membatasi jumlah koperasi simpan pinjam, dan beralih ke koperasi sektor riiil.

"Koperasi riil diharapkan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Disini, kami menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan gerakan ekonomi produk lokal dalam mewujudkan cita-cita ekonomi berdikari," sambungnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulon Progo, Sri Harmintarti menyebutkan, pada tahun ini pihaknya akan melakukan reorientasi dan reformasi khususnya kepada 108 koperasi pasif di wilayah tersebut.

"Pada 2017 kemarin, kami mengusulkan ada 108 koperasi yang akan dilakukan penanganan koperasi bermasalah. Tindak lanjutnya akan kami lakukan pada 2018 ini," sambungnya.

Baca Lainnya : 90 Koperasi di Bantul Dibubarkan Tahun Depan, Kenapa? 

Ia menjelaskan, koperasi-koperasi yang disebut bermasalah ini dikarenakan lebih dari dua tahun tidak melalukan rapat anggota tahunan (RAT), tidak melakukan usaha, serta pengurusnya yang tidak ada.

"Hasil penanganan khusus itu, kemudian akan dijadikan dasar dalam reorientasi koperasi. Kami melakukan revitalisasi koperasi, dari 108 koperasi pasif yang mau jalan akan didampingi, dan kalau yang tidak mau akan diusulkan dibubarkan," tegasnya. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020