trubus.id
Dana Desa di Kampung Derawan Dipakai untuk Les Bahasa Inggris 

Dana Desa di Kampung Derawan Dipakai untuk Les Bahasa Inggris 

Ihsan Maulana - Senin, 30 Jul 2018 10:31 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Kampung Pulau Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memiliki cara tersendiri untuk menggunakan Dana Desa (DD) yang diterima. Mengingat wilayah tersebut menjadi salah satu destinasi wisata, sehingga DD yang ada digunakan untuk membiayai kursus bahasa Inggris dalam memberdayakan warga masyarakat yang bersentuhan langsung dengan turis asing.

"Karena para pemilik penginapan, 'homestay', dan penjual cinderamata baru sedikit-sedikit berbahasa Inggris. Ini dalam rangka mendukung pengembangan sektor pariwisata, sehingga kami berikan pelatihan dengan anggaran dana desa agar mereka bisa lancar," ungkap Kepala Kampung Derawan, Bahri di lokasi, baru-baru ini.

Baca Lainnya: Bandara Maratua, Gerbang Pariwisata Pulau Terdepan Indonesia

Ia menambahkan, saat ini ada dua jenis penggunaan dana desa, yakni untuk pembangunan dan pemberdayaan. Sementara, pelatihan bahasa Inggris ini merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat lokal.

Bahri menambahkan, wilayah Derawan, merupakan salah satu objek wisata bahari yang terkenal di Berau. Maka tidak heran apabila wilayah itu sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk itu ia merasa, pelatihan bahasa Inggris yang atas masukan pendamping desa ini, merupakan salah satu kegiatan terpenting untuk melancarkan komunikasi dan meningkatkan pelayanan. Khususnya bagi wisatawan asing yang kerap tidak mengerti bahasa Indonesia.

Baca Lainnya: Benteng Terakhir Pertahanan Satwa Indonesia, Antara Industri Pariwisata dan Pelestarian Alam

Ia menjelaskan, pelatihan bahasa Inggris tersebut sudah dua kali dilakukan sebelumnya. Tahun lalu, pihaknya memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada anak-anak, pemuda, dan masyarakat lainnya. Sedangkan tahun ini akan diikuti 25 orang peserta dari pengelola penginapan, homestay, dan penjual cinderamata.

"Hasilnya sangat positif. Mereka yang tadinya berkomunikasi banyak menggunakan bahasa tubuh, kini mereka menjadi paham berbahasa Inggris, sehingga memudahkan berkomunikasi dengan wisatawan asing," imbuhnya.

"Lalu dana desa tahun ini juga kami gunakan untuk pelatihan menjahit, dan akan kami gunakan untuk semenisasi halaman TK/PAUD dan sejumlah kegiatan lainnya," tandasnya. [KW]

 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020