trubus.id
Titus K Limu,  Melukis dalam Bentuk Tenun Ikat Sumba Warna Alam

Titus K Limu, Melukis dalam Bentuk Tenun Ikat Sumba Warna Alam

Karmin Winarta - Senin, 30 Jul 2018 06:00 WIB

Trubus.id -- Kain tenun ikat Sumba pewarna alam, selain menyimpan nilai karya seni tinggi, juga menyimpan sejarah. Proses pembuatannya pun sungguh rumit.

Mulai dari memintal kapas menjadi benang, membuat motif dengan mengikatnya, lalu pencelupan untuk menghasilkan warna yang diinginkan, lalu menenun dan proses terakhir adalah membuat kabakil dan puti.

(Titus Nggaba Karangga Limu di depan lukisan Sejarah Kedatangan Leluhur Orang Sumba, berbentuk kain tenun ikat Sumba)

Karena proses yang rumit tersebut, Kain tenun ikat Sumba pewarna alam hasilnya selalu memukai banyak orang. Selembar kain sumba pewarna alam harganya mencapai jutaan rupiah. Semakin langka motifnya dan nilai sejarahnya, harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Kain tenun ikat Sumba mempunyai motif yang menjadi filosofi hidup orang Sumba. Setiap motif pada kain tenun Sumba menyimpan ajaran leluhur yang sampai sekarang masih terus dilestarikan.

Baca Lainnya: Tenun Ikat Sumba, Kenapa Harganya Dianggap Mahal?

Namun salah satu seniman Sumba, Titus Nggaba Karangga Limu mengembangkan motif-motif kontemporer yang berbeda dengan motif konvensional. Ia melukis motif-motif yang ia inginkan dalam bentuk kain tenun sumba ikat pewarna alam. 

Beberapa lukisan yang telah ia wujudkan dalam bentuk kain tenun sumba ikat adalah Sejarah Kedatangan Leluhur Orang Sumba, beberapa lukisan bertema religius diantaranya lukisan wajah Yesus dan perjamuan terakhir, The Last Supper karya Leonardo Da Vinci.

Kain tenun Sumba warna alam

Galeri yang sekaligus dijadikan workhsopnya berada di Lambanapu Rt 10 Rw 4 Waingapu, Sumba Timur NTT. Saat ini sanggarnya yang dinamai Rinjung Pahamu Lambanapu telah memberdayakan 8 penenun. Kain-kain yang diciptakan pak Titus, nama akrabnya tidak hanya diminati oleh para pecinta wastra dalam negeri tapi juga beberapa warga negara asing.

Baca Lainnya: Daniel David Berdayakan 10 Desa di Sikka dengan Tenun Ikat Warna Alam

Kepada Trubus.di, Minggu (28/7) Pria yang mempunyai akun Instagram @titusk.limu ini menyebutkan, beberapa negara yang pernah kain tenun ikatnya adalah Jepang dan Singapura. Khusus Jepang, mereka memesan kain tenun ikat dengan motif khas jepang yang nantinya akan dibuat kimono.

Banyak juga peminat kain tenun Sumba warna alam yang memesan kain dengan motif yang diciptakan sendiri. Sehingga kain tenun tersebut sangat eksklusif, tidak ada kembarannya sama sekali.

Titus, memang dikenal sebagai penenun yang punya kemampuan baik dalam menggambar. Sebelumnya ia berkarir seperti seniman lukis lain yang menggambar di atas kanvas. Pak Titus selain piawai melukis, ia juga ahli dalam mengikat pola dan pewarnaan alami.[KW]


 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020