trubus.id
Hadapi Perubahan Iklim, Para Ahli 'Blusukan' Hingga ke Pelosok

Hadapi Perubahan Iklim, Para Ahli 'Blusukan' Hingga ke Pelosok

Binsar Marulitua - Jumat, 27 Jul 2018 12:47 WIB

Trubus.id -- Festival Kabupaten Lestari dengan tema “Indonesia Innovate: Solusi Karya Anak Bangsa untuk Kabupaten Lestari” di Palembang dan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, diselenggarakan oleh  Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) dilaksanakan di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis 26 Juli 2018. Tidak hanya sekadar festival, acara ini juga disuguhkan untuk membawa pengaruh pada dampak perubahan iklim.  

Bersama dengan festival tersebut  Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK Indonesia Netwok) telah menandatangani kemitraan dengan kabupaten-kabupaten untuk kerjasama dalam membantu menghadapi perubahan iklim.  

Ketua Umum LTKL, Bene Hernedi menyampaikan LTKL dibentuk pada tanggal 21 Juli 2017 oleh perwakilan delapan kabupaten dari enam provinsi yakni Musi Banyuasin, Rokan Hulu, Siak, Batang Hari, Labuan Batu Utara, Sintang, Sanggau, dan Sigi. 

Baca Lainnya: Enam Prioritas Penelitian untuk Kota dan Perubahan Iklim

Kabupaten anggota LTKL memiliki visi mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten, melalui metode inovatif agar sesuai dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkontribusi pada target penurunan emisi Indonesia.

"Visi ini sejalan dengan program utama  APIK Indonesia Network, dan diharapkan deklarasi ini dapat mensinergikan program-program  yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan," jelas  Wakil Ketua Umum APIK Indonesia Network, Sabaruddin. 

Baca Lainnya: Ini Jawabannya Kenapa Indonesia Rentan Perubahan Iklim

Kerjasama APIK Indonesia Network dan LTKL difokuskan pada penyediaan ahli untuk penyusunan kebijakan di bidang perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, serta kegiatan  penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta advokasi untuk isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu anggota Paris Committee on Capacity-building UNFCCC,  Mahawan Karuniasa, menyatakan penandatanganan kerjasama tersebut, merupakan wujud upaya para ahli perubahan iklim di Indonesia beserta para pemangku kepentingan untuk bekerjasama dan turun langsung ke lapangan di tingkat Kabupaten mengimplementasikan penurunan emisi. [KW]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020