trubus.id
Life » Plastik Ramah Lingkungan, Terbuat dari Kerang dan...
Plastik Ramah Lingkungan, Terbuat dari Kerang dan Tanaman Berkayu

Plastik Ramah Lingkungan, Terbuat dari Kerang dan Tanaman Berkayu

Diah Fauziah - Selasa, 24 Jul 2018 11:30 WIB

Trubus.id -- Seiring pertumbuhan populasi dunia, penggunaan kemasan plastik terus meningkat. Pemerhati lingkungan mengatakan bahwa pengemasan yang ramah lingkungan dan biodegradabel sangat dibutuhkan saat ini, terutama jika menyangkut plastik untuk membungkus makanan kita.

Nah, plastik ramah lingkungan terbuat dari kerang dan tanaman berkayu, bisa memenuhi kebutuhan ini. Tidak heran jika para peneliti dari Georgia Institute of Technology sedang mengembangkannya.

Carson Meredith, peneliti utama mengatakan jika ia dan tim tertarik mengeksplorasi alternatif untuk plastik berbahan minyak mentah yang sekarang digunakan.

Baca Lainnya : Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik Mudah Terurai dari Lem Pohon

"Delapan tahun lalu, kami terlibat dengan apa yang disebut sebagai nanoteknologi berbasis hutan. Menggunakan kayu dan sumber daya tumbuhan lainnya untuk mengekstraksi bahan nano kristal terbuat dari selulosa dan memakai bahan ringan untuk menciptakan kekuatan tinggi," kata Carson ke VOA.

Artinya, serat selulosa yang ditemukan pada tanaman berkayu untuk membuat kertas, bisa dipakai untuk menggantikan bahan kemasan plastik. Carson menemukan fakta bahwa, menggabungkan selulosa tumbuhan dengan kitin, bahan keras yang membentuk kerang dan kerangka luar lobster, dapat menciptakan plastik biodegradable atau ramah lingkungan.

"Kami memilih menggunakan asam polylactic atau PLA, yang juga berasal dari bahan alami dan dapat terurai oleh bakteri," kata Carson.

Baca Lainnya : Mikroplastik Menghancurkan Biota Laut

PLA adalah plastik yang terbuat dari sumber terbarukan seperti pati jagung atau tebu. Bisa digunakan sebagai peralatan makan dari plastik sekali pakai. Ke depan, Carson berharap jika penemuannya bisa digunakan sebagai alternatif hijau, meskipun ada tantangan yang dihadapi.

"Saya pikir, tantangan utama untuk mengomersialkan adalah memiliki rantai pasokan bahan baku yang terukur. Saat ini, sebagian besar bahan bakunya tidak ada. Padahal, kita harus bersaing dengan jenis material lain yang memang dirancang untuk pengganti plastik sekali pakai," jelas Carson.

Meskipun hambatan akan tetap ada, material ini memiliki dua manfaat utama. Terbuat dari bahan ramah lingkungan yang setelah tidak digunakan, bisa dipakai menjadi pupuk kompos. Artinya, plastik ini bisa hancur dengan sendirinya tanpa meninggalkan polusi bagi lingkungan. [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020