trubus.id
BNPB Ingatkan Pentingnya Teknologi dalam Pendataan Pengungsi

BNPB Ingatkan Pentingnya Teknologi dalam Pendataan Pengungsi

Thomas Aquinus - Senin, 23 Jul 2018 21:15 WIB

Trubus.id -- Melihat banyaknya lembaga kemanusiaan yang ikut terlibat saat terjadi bencana membuat BNPB berinisiatif melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga tersebut.  BNPB mengambil langkah tersebut berdasarkan pengalaman dilapangan yang dinilai kurangnya koordinasi kerap menjadi permasalahan tersendiri.

Berdasarkan hal tersebut, BNPB menyelenggarakan pertemuan antar organisiasi kemanusiaan untuk berinteraksi dengan sesama organisasi masyarakat sipil di Indonesia di gedung BNPB, Senin (23/7). Tentunya diupayakan hasil dari pertemuan tersebut dapat terjalin kerjasama dan berbagi peran maupun sumber daya dalam upaya pra bencana, saat dan pasca bencana. 

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja yang membuka pertemuan menyampaikan, bahwa sudah saatnya seluruh lembaga kemanusiaan jangan meratapi bencana namun justru harus mengambil peluang. 

Baca Lainnya : Cegah Karhutla, BNPB Kalbar Siagakan Enam Helikopter

“Saya mencoba dari beberapa kali pertemuan nasional maupun internasional, sudah saatnya kita tidak meratapi bencana. Sudah saatnya kita menganggap bencana tidak hanya sekedar ancaman, tetapi suatu peluang yang bisa kita mainkan,” jelasnya di ruang pertemuan BNPB, Senin (23/7).

Menurutnya, lingkungan strategis yang berubah dengan cepat dan didorong dengan memasuki revolusi industri 4.0 dapat menjadikan penanganan bencana dapat lebih mudah, cepat dan akurat. 

Face recognition, itu saya coba untuk mengidentifikasi pengungsi, simple saya kira. Karena faktor masalah utama kita mendata pengungsi saja itu yang data 15, (hasilnya) 15 data yang berbeda,” katanya. 

Baca Lainnya : Cegah Bencana Karhutla, BNPB Kolaborasi Lintas Kementerian

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, diyakini oleh Wisnu akan sangat membantu permasalahan pengungsian selama ini. 

Wisnu juga mendorong kerjasama dengan beberapa lembaga kemanusiaan yang hadir dapat berbagi data masing-masing lembaga untuk dijadikan satu dan terpusat. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar BNPB tidak melakukan kerja 2 kali untuk satu hal yang sama. 

“Kalau semua data jadi satu, kami punya data digital yang sangat bagus, jadi kita bisa menggerakkan dengan cepat dan akurat”, katanya. [NN]


 
 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020