trubus.id
Tak Sembarangan, Inilah Etika Berwisata di Italia

Tak Sembarangan, Inilah Etika Berwisata di Italia

Ayu Setyowati - Senin, 23 Jul 2018 15:00 WIB

Trubus.id -- Italia adalah salah satu lokasi favorit sekaligus impian para wisatawan di seluruh dunia. Tak hanya memiliki keindahan alam saja, beberapa hal seperti kuliner, kesenian, fesyen, hingga arsitektur juga menjadi daya tarik yang tidak bisa ditolak ketika berada di Italia.

Namun, Italia juga dikenal sebagai negara yang cukup kompleks, khususnya soal etika. Mengutip Oyster, berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Italia.

Jangan Pesan Piza di Florence

Bukan berarti di Florence tidak ada pizza sama sekali, loh. Yang perlu diketahui Trubus Mania ialah, ada banyak daerah di italia dan semuanya memiliki keistimewaan tersendiri dalam hal makanan. Jika ingin memesan piza sebaiknya kunjungilah Naples atau Bologna, yang memang tempatnya untuk parmigiano reggiano.

Baca Lainnya : Buang Air Sembarangan di Italia Bisa Didenda Hingga Rp170 Juta

Jangan Abaikan Kesenian

Sebuah kesalahan besar jika berkunjung ke Italia namun tidak menikmati karya seni yang ada di sana. Itu karena, koleksi kesenian di Italia cukup komplet, mulai dari era sebelum Renaissance hingga modern.

Tidak Ada Cappuccino Usai Sarapan

Cappuccino adalah minuman yang sengaja disajikan untuk pagi hari, tepatnya sebelum sarapan. Jadi, jangan heran jika tidak ada cappuccino setelah jam sarapan.

Sehari di Venesia

Venesia, Foto: Trubus.id/ Diah Fauziah.

Kota Venesia identik dengan romantisme. Namun, bukan berarti harus berhari-hari mengunjungi tempat ini. Sebagai kota yang menjadi tujuan wisatawan dari seluruh dunia, jangan heran kalau ada banyak turis di sini, apalagi di musim panas.

Tak Perlu Beri Uang Tip di Restoran

Uang tip seringkali dianggap sebagai salah satu unsur sopan santun dari sebuah pelayanan. Hanya saja, hal itu tidak berlaku di Italia. Di beberapa restoran, selalu dicantumkan servizo di tagihan. Itu artinya, pengunjung sudah memberikan 10 sampai 20 persen dari total tagihan untuk si pelayan, secara tidak langsung. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020