trubus.id
Kemenpar Targetkan Indonesia Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan Kelas Dunia

Kemenpar Targetkan Indonesia Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan Kelas Dunia

Thomas Aquinus - Jumat, 20 Jul 2018 22:30 WIB

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata terus mendorong terciptanya destinasi berkelanjutan kelas dunia di Indonesia. Salah satu caranya melalui penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Local Wisdom for Sustainable Development (Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan). ISTA 2018 diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman.

"Cara yang paling cepat dan tepat yaitu dilombakan. Untuk itu ISTA kembali digelar untuk mempercepat penerapan pariwisata berkelanjutan," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Hal tersebut disampaikan Menpar saat meluncurkan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (19/7).

Baca Lainnya : Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemerintah Siapkan Skema KUR Pariwisata

Menpar Arief mengungkapkan, berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 42 pada tahun 2017 dan ditargetkan pada tahun 2019 mendatang mencapai peringkat ke-30. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengejar peringkat 30 dunia adalah dengan meningkatkan penilaian untuk pilar keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Pihaknya mengakui, saat ini environmental sustainability Indonesia masih rendah di peringkat 131. 

"Untuk itu kita mengajak publik, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan environmental sustainability. Caranya melalui ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Event ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi di Indonesia yang sudah berproses dan menunjukkan adanya hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan," jelasnya.

Baca Lainnya : Pekalongan Fokuskan Bina UMKM untuk Jualan di Sentra Pariwisata

Menpar Arief, yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengungkapkan, ISTA 2018 bukan hanya ajang untuk memberikan penghargaan saja, tetapi juga mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan. Terutama dalam pengelolaan destinasi wisata di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata (Permen) Nomor 14/2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

"Permen ini mengadopsi standar internasional Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk saat ini dan masa depan," jelas Menpar Arief.

Sementara itu, untuk pengembangan sustainable tourism, ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Yang pertama lingkungan. Pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan aspek pelestarian alam bebas, kualitas dan keamanan air, konservasi energi, dan lainnya.

Yang kedua komunitas. Pariwisata berkelanjutan juga wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, memperhatikan kebiasaan pengunjung, menjaga warisan budaya dan lainnya.

Baca Lainnya : Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

Aspek ketiga tidak kalah penting. Yaitu ekonomi. Sustainable tourism harus memantau perekonomian, ada peluang kerja bagi warga setempat, ada keterlibatan publik, ada penghargaan dan pemahaman bagi para turis, ada local access dan masih banyak lagi.

Dadang Rizki Ratman menambahkan, sustainable tourism sudah menjadi isu global. Indonesia juga sangat concern terhadap pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan.

"Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan karena prinsip pembangunan pariwisata adalah sustainable atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan," ujar Dadang Rizki Ratman. [NN]


 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020