trubus.id
Pengunjung Meriam Ki Amuk Banten Ramai karena Percaya Mitos

Pengunjung Meriam Ki Amuk Banten Ramai karena Percaya Mitos

Diah Fauziah - Jumat, 20 Jul 2018 12:00 WIB

Trubus.id -- Salah satu destinasi wisata yang ramai di Banteng adalah Museum BantenLama. Karena di tempat ini terdapat sebuah meriam yang dianggap mempunyai kekuatan. Hampir semua masyarakat di Banten percaya jika Meriam Ki Amuk bisa memberikan seseorang kesuksesan dalam usaha, jodoh, dan lainnya jika mereka berhasil memeluk meriam yang menjadi salah satu koleksi Museum Banten Lama ini.

Namun, mitos tersebut dibantah oleh Fajar Satia Purnama, Kepala Unit Museum Situs Kepurbakalaan Banten lama. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar.

"Banyak masyarakat di luar Banten seperti Lampung, Bogor, Depok, dan Bekasi yang percaya jika mereka bisa memeluk Meriam Ki Amuk, akan mendapatkan kesuksesan. Tapi, semua itu tidak benar, hanya isu semata," kata Fajar, saat ditemui Trubus.id pada Kamis (19/7).

Baca Lainnya : Meski Punya Koleksi Eksklusif, Pengunjung Museum Banten Lama Terus Turun

Menurut Fajar, itu karena di Indonesia, hal sekecil apapun pasti dikaitkan agar terkesan berbeda, membuat masyarakat penasaran. Tapi, ada juga mitos yang dibuat untuk menjaga agar barang peninggalan dari masa lampau tetap utuh dan terjaga.

Sebelum menjadi koleksi Museum Banten Lama, awalnya Meriam Ki Amuk ditaruh di Alun-Alun Kesultanan Banten, Foto: Kontributor Trubus.id/ Herlin Saputra.

"Kalau kita sih enggak seperti itu. Tapi, karena hidup di Indonesia, hal sekecil apapun selalu dihubungkan agar orang jadi tertarik. Pertama kali kerja di sini, saya pergi ke daerah di Jawa Barat dan melihat tempat cagar budaya itu, lestari. Saya bingung sama kuncen atau masyarakat sekitar itu memang dibuat jadi mitos, yang akhirnya membuat orang jadi takut. Contoh, jangan sentuh barang itu nanti kualat. Nah, orang Indonesia kan jadi takut," ceritanya.

Baca Lainnya : Merana, Museum Perjuangan Bogor Nyaris Dilupakan Warga

Fajar pun menceritakan tentang Meriam Ki Amuk. Awalnya, benda ini berada di Alun-Alun Kesultanan Banten. Namun, kerap dimainkan oleh masyarakat sekitar, hingga akhirnya meriam ini dipindahkan ke Museum Banten Lama.

Meriam Ki Amuk dibuat di Demak pada tahun 1528. Fajar mengaku jika sebetulnya ada dua versi cerita tentang meriam ini. Namun yang jelas, meriam ini merupakan hadiah dari Sultan Trenggana di Demak untuk Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten. Dahulu, ada ikatan kuat antara Demak dan Cirebon karena sebenarnya, Sultan Maulana Hasanuddin itu keturunan Sultan Gunung Jati dari Cirebon.

"Kalau masalah mitos, saya tidak tahu siapa yang memulai," jelasnya. [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020