trubus.id
Olahraga Selama Kemoterapi Tingkatkan Hasil Pengobatan Kanker

Olahraga Selama Kemoterapi Tingkatkan Hasil Pengobatan Kanker

Diah Fauziah - Kamis, 19 Jul 2018 21:00 WIB

Trubus.id -- Berolahraga selama menjalani kemoterapi dapat meningkatkan hasil pengobatan untuk pasien kanker, menurut studi terbaru yang dilakukan di rumah sakit khusus kanker di Sydney, Australia.

Pasien kanker diberi obat kemoterapi saat mereka mengendarai sepeda yang biasa digunakan untuk spinning di fitness center. Tim peneliti berharap cairan infus yang diterima pasien saat melakukan latihan dapat meningkatkan aliran darah ke tumor.

"Tumor memiliki suplai darah yang buruk dan terkadang, sulit untuk mendapatkan kemo ke tempat yang harus dituju," kata Michael Marthick, ahli fisiologi yang terlibat di penelitian.

Baca Lainnya : Sering Terbang, Pramugari Berisiko Besar Terkena Kanker

Ia melanjutkan, "Masih terlalu dini untuk mengatakan ini berhasil. Namun, bisa dikatakan kalau ini sangat aman. Pasien yang menjalankan latihan dengan sepeda, terlihat sangat menikmatinya karena bisa mengalihkan perhatian mereka yang sedang melakukan kemo," tutur Michael saat diwawancari ABC.

Menurutnya, ada banyak manfaat yang diterima pasien kanker saat mengikuti metode ini. Di antaranya kekuatan, daya tahan, dan kemampuan mereka dalam menorelansi pengobatan.

"Tidak ada efek samping bagi pasien. Lagipula, percobaan yang kami lakukan sudah disetujui," jelasnya.

Baca Lainnya : Hati-hati, 7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Kanker 

Salah satu pasien yang mendapat manfaat dari berolahraga selama menjalani perawatan kanker adalah Susan McCarthy. Pada tahun 2017, Susan didiagnosis mengidap kanker payudara stadium lanjut, dia menjalani masektomi, kemoterapi, dan radioterapi yang membuat kelenjar getah beningnya diangkat.

"Dokter mengatakan manfaat latihanini  untuk membantu saya menjalani kemoterapi dan perawatan," kata Susan.

Susan disarankan untuk datang dan berbicara dengan fisioterapis yang akan membantunya latihan.

"Saya merasa beruntung karena di awal perawatan, mendapatkan dukungan profesional," jelasnya.

Baca Lainnya : Ahli: Sering Cuci Tangan Dapat Kurangi Risiko Kanker Serviks

Latihan tersebut membuat Susan mengubah pola makannya yang selama ini dijalani.

"Dengan cara yang aneh, kemo membuat saya mengubah pola makan yang selama ini dijalani. Jujur, sekarang ini saya lebih sehat karena tidak mengonsumsi terlalu banyak lemak, melakukan diet mediterania, dan tidak lupa olahraga. Saya juga bergabung dengan kelompok pejalan kaki," tuturnya.

Kekuatan mental dan fisik yang didapatkan Susan dari berolahraga, membantu proses pemulihannya.

"Saya merasa sangat baik dan kuat. Selain tidur yang lebih baik, saya merasa sangat bahagia. Latihan itu membantu saya mengatasi efek samping kemo. Anda akan mendapatkan lebih banyak energi, tidak hanya mental tapi juga emosional," jelasnya.

Baca Lainnya : Deteksi Dini Kanker dengan Tes Urine, Kenapa Tidak?

Dr Judith Lacey, Kepala Perawatan Suportif dan Onkologi Integratif di Chris O'Brien Lifehouse mengatakan jika pedoman untuk perawatan kanker telah berubah selama 30 tahun dirinya menjadi dokter.

"Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa terus berolahraga saat didiagnosis kanker, lebih bermanfaat dari yang kita duga," jelas Judith.

Menurut Judith, olahraga tidak sakadar pergi ke gym.

"Yoga dan chi kung merupakan latihan yang bermanfaat untuk pengidap kanker, tergantung jenis, tingkatan kanker, dan perawatan yang diteirma pasien," ungkapnya. 

Ia melanjutkan, "Ketika kita berbicara tentang olahraga, ini tentang menggabungkannya dengan terapi pikiran, tubuh, dan diet sehat yang baik dengan terapi lain." [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

08 April 2020
08 April 2020
08 April 2020

Berita Lainnya