trubus.id
50 IKM Logam Ikuti Pelatihan Melek Teknologi dari Kemenperin

50 IKM Logam Ikuti Pelatihan Melek Teknologi dari Kemenperin

Thomas Aquinus - Kamis, 19 Jul 2018 07:00 WIB

Trubus.id -- Sebanyak 50 IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, serta Provinsi DKI Jakarta, mengikuti workshop e-Smart IKM yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) Kementrian Perindustrian (Kemperin) di Cibitung, Bekasi.(18/7).

“Sudah saatnya produk IKM dikenal masyarakat melalui e-commerce,” kata Endang Suwartini, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat angkut (LMEA) Kemperin. Workshop yang dilaksanakan selama dua hari tersebut bekerjasama dengan marketplace Indonesia, yaitu Ralali dan Tokopedia.

“Peserta workshop e-Smart IKM kesemuanya adalah pelaku Industri jadi produknya dijamin produk lokal, sehingga marketplace di Indonesia tidak lagi dibanjiri produk impor," ujarnya.

Baca Lainnya : Ini Dia Bukti Nyata Keberhasilan Program E-Smart IKM Kemenperin

Selama mengikuti workshop, pelaku IKM juga diajarkan berbisnis melalui sarana e-commerce dan mendapatkan sosialisasi program Kemperin. Seperti restrukturisasi mesin peralatan dan SNI. 

Selain itu, disiapkan juga materi strategi pemasaran online dari IdEA dan juga pengembangan produk melalui perbankan model bisnis, bahkan diperkenalkan juga aplikasi pencatatan keuangan dari Bank Indonesia.

Kemperin sendiri punya tugas memfasilitasi para IKM dengan tujuan dapat melek teknologi dan perkembangan teknologi digital. Salah satunya program restrukturisasi peralaatan mesin dengan memberikan potongan harga. Adapun dana yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar.

Sejak diluncurkan pada 27 Januari 2017, workshop e-Smart IKM telah diikuti lebih dari 2.700 peserta dan telah membukukan nilai transaksi online sebesar Rp. 600 juta sampai Mei 2018.

Baca Lainnya : Pemerintah Terus Genjot IKM Berbasis Daring Platform Digital

“Hingga akhir tahun ini target kami adalah 4.000 IKM di seluruh Indonesia ikut e-Smart IKM, sehingga setidaknya ada 12.000 produk IKM masuk dalam marketplace,” kata Endang.

Menurutnya, e-Smart IKM ini akan menjadi system database yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk yang nantinya akan menjadi salah satu bahan analisa pembuatan kebijakan dalam pembinaan IKM.

“Seperti data kebutuhan bahan baku IKM, mesin peralatan atau teknologi yang dibutuhkan IKM dapat kami ketahui dari database yang telah dihimpun,” kata Endang.
Untuk selanjutnya, program ini tidak hanya sampai dengan mengikuti workshop saja, namun Kemenperin juga telah menyiapkan program pendampingan. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020