trubus.id
Peristiwa » Bali Belajar Pengolahan Sampah dari Tetangganya, S...
Bali Belajar Pengolahan Sampah dari Tetangganya, Surabaya

Bali Belajar Pengolahan Sampah dari Tetangganya, Surabaya

Astri Sofyanti - Rabu, 18 Jul 2018 13:30 WIB

Trubus.id -- Surabaya dinilai berhasil mengelola sampah dengan baik melalui program 3R yaitu reduce (pengurangan), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (daur ulang) sampah. Bahkan program 3R dinilai telah menjadi landasan upaya pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat, dalam rangka mengurangi sampah serta mengambil nilai ekonomisnya.

Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui jajaran Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ingin belajar sistem pengolahan sampah di Surabaya untuk diterapkan ke Pulau Dewata.

“Kami berharap Bali bisa mencontoh cara pengolahan sampah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menjadikan Bali yang lebih berisih dan hijau,” ujar Kepala Bagian Data dan Publikasi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba di Surabaya, Rabu (18/7).

Bacaan Lainnya: Peradaban Bersih Sampah di Kalimantan Timur

Untuk mengetahui kiat-kiat pengolahan sampah Surabaya, pihaknya juga sangat mengapresiasi kebersihan dan penataan Kota Surabaya, di bawah kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini.

Hal ini karena ia menilai Surabaya telah menjadi kota yang asri dan indah bahkan beberapa kali mendapatkan prestasi di tingkat Asia.

“Kota Surabaya juga telah menjadi "role model" bagi banyak kota/kabupaten di Indonesia dalam hal pengelolaan sampah melalui program 3R.

Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Surabaya Hidayat Syah juga mengatakan telah berusaha untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA Benowo. Sampah harus dipilah dulu secara mandiri di tingkat rumah tangga, untuk menghindari over kapasitas di TPA Benowo.

"Karena jumlah sampah yang masuk ke TPA kira-kita sebesar 1.590 ton per hari, jadi jika tidak dipilah TPA tidak akan muat," ujar Hidayat.

Baca Lainnya: Teknologi Manajemen Sampah Zero Jadikan Limbah dengan Ekonomi Tinggi

Lebih lanjut ia mengatakan ada banyak inovasi telah dilakukan Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah yang selaras dengan upaya mewujudkan Indonesia Bersih Sampah pada 2020.

Pemkot Surabaya melakukan pemilahan sampah mandiri dari rumah-rumah warga, Pemkot Surabaya juga memiliki 26 rumah kompos. Pemkot juga memiliki pusat daur ulang sampah di Jambangan dan juga di Sutorejo. Di setiap kelurahan ada fasilitas lingkungan yang berperan untuk mengedukasi masyarakat perihal pentingnya pengelolaan sampah dari rumah.

"Sampah-sampah yang diangkut ke TPA, diangkut pakai mobil compactor, tidak lagi memakai bak terbuka. Meskipun belum semua. Tetapi kami usahakan semua (bak) tertutup," lanjut Hidayat.

Ke depannya selain terus berupaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Benowo, Pemkot Surabaya juga fokus mencegah timbunan sampah yang mengarah ke laut.[KW]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020