trubus.id
8 Badak Malah Mati dalam Misi Penyelamatan, Ini Sebabnya

8 Badak Malah Mati dalam Misi Penyelamatan, Ini Sebabnya

Ayu Setyowati - Selasa, 17 Jul 2018 14:30 WIB

Trubus.id -- Sebuah misi yang dimaksudkan untuk menyelamatkan badak, hewan terancam punah dengan memindahkan mereka ke tempat perlindungan satwa liar di Kenya telah berakhir dengan tragedi, yakni kematian delapan badak, menurut Kementerian Pariwisata Kenya. Pelakunya bukan pemburu, melainkan air asin, kata kementerian itu.

Investigasi awal menunjukkan bahwa, begitu badak hitam (Diceros bicornis) tiba di tempat perlindungan yang baru dibuat di Tsavo East National Park, mereka meneguk air dengan kandungan garam yang tinggi. Semakin banyak air asin yang dikonsumsi badak, maka semakin haus mereka, yang kemudian menyebabkan lingkaran setan, kementerian itu melaporkan pada Jumat (13/7).

Baca Lainnya : Selamatkan Badak Putih dari Kepunahan, Embrio Rhino Hibrida Berhasil Dibuat

Paula Kahumbu, kepala eksekutif WildlifeDirect, kelompok konservasi di Kenya mengatakan bahwa translokasi ini hanya dapat digambarkan sebagai bencana yang lengkap.

"Kenya harus menuntut penjelasan dan transparansi penuh, serta jaminan bahwa kami akan mengadopsi praktik terbaik dalam translokasi satwa liar untuk belajar dari bencana ini dan mencegahnya terjadi lagi," kata Paula di Facebooknya.

Awalnya, Dinas Margasatwa Kenya berencana untuk memindahkan 14 badak hitam dari dua taman nasional di Kenya, Nairobi dan Danau Nakuru. Namun, setelah 11 badak direlokasi, delapan dari mereka meninggal, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Saat ini, pihak manajemen memantau tiga badak yang tersisa.

 Baca Lainnya : Dua Anak Badak Jawa Lahir di Tengah Ancaman Kepunahan

Badak translokasi yang masih hidup kabarnya juga telah disediakan air segar dalam panci, sambil menunggu laporan pemeriksaan postmortem lengkap dan penyelidikan forensik lebih lanjut.

Selain itu, tiga dari 14 badak terakhir dalam daftar relokasi tidak akan lagi dipindahkan ke taman, tegas pihak kementerian. Ke-14 badak tersebut merupakan bagian dari inisiatif untuk memulai populasi baru, rencana yang digagas oleh Strategi Konservasi dan Pengelolaan Badak Nasional.

Di masa lalu, Kenya telah sukses dengan relokasi badak. Pada tahun 2005 hingga 2017, hanya delapan ekor badak yang mati dari total keseluruhan 149 ekor.

Baca Lainnya : Menyedihkan, Kisah Badak Sumatera Betina Terakhir di Malaysia

Badak hitam sangat terancam punah. Ada sekitar 850.000 badak hitam di abad ke-20, jumlah yang semakin menyusut karena tinggal 4.880 ekor saja pada tahun 2010, menurut Uni Internasional untuk Pelestarian Alam. Sementara itu, badak putih terakhir, Sudan, mati pada Maret lalu.

Banyak spesies badak menghadapi kepunahan karena permintaan tanduk mereka di pasar gelap, sebagian besar karena klaim yang belum terbukti benar, bahwa tanduk binatang ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. [DF]


 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020