trubus.id
Akhirnya, Tenggiling Dihapus dari Buku Teks Sebagai Komponen Farmasi

Akhirnya, Tenggiling Dihapus dari Buku Teks Sebagai Komponen Farmasi

Diah Fauziah - Senin, 16 Jul 2018 18:00 WIB

Trubus.id -- Sebuah buku sains untuk sekolah dasar dan buku referensi terkait yang digunakan para guru di China, tidak akan lagi menyebutkan tenggiling sebagai komponen farmasi, setelah sekelompok orang mempertanyakan penyebaran dampak keyakinan itu pada upaya konservasi hewan.

Konservasi Keanekaragaman Hayati China dan Yayasan Pembangunan Hijau menarik perhatian pada pertanyaan dalam sebuah surat kepada distributor buku. Kemudian, penerbit menanggapi dengan suratnya sendiri kepada yayasan yang mengatakan bahwa bagian-bagian itu akan dihapus.

Buku sains untuk semester pertama dari kelas 6 yang diterbitkan oleh Educational Science Publishing House menyebutkan bagian-bagian tenggiling sebagai bahan yang efektif dalam pengobatan tradisional China.

Baca Lainnya : Meski Dilarang, Trenggiling Tetap Diperdagangkan Secara Ilegal

"Tidak pantas untuk daftar spesies seperti itu karena pangolin berada di bawah perlindungan nasional. Setelah pemeriksaan hati-hati, kami segera membuat perubahan pada buku teks dan ke buku referensi guru terkait," ungkap juru bicara Educational Science Publishing House.

Mereka berjanji jika informasi itu tidak akan muncul di buku untuk semester mendatang.

Sebelumnya, yayasan mengirim surat melalui pengacaranya ke Guangdong Xinhua Publishing and Distribution Group, distributor tunggal untuk buku teks di provinsi Guangdong, setelah sukarelawan Proofreader, melihat konten dalam buku referensi untuk guru. Di bagian buku tentang nilai keanekaragaman hayati, hewan tenggiling muncul dan diindikasikan sebagai komponen obat dalam diagram.

Baca Lainnya : 30 Ribu Ekor Trenggiling Langka Diselundupkan di China

Dalam surat kepada distributor, yang diberikan kepada penerbit, yayasan mencatat bahwa tenggiling adalah hewan yang dilindungi di China. Segala jenis penangkapan, pembunuhan dan konsumsi hewan ini dilarang.

Menurut para ahli, pangolin berada di ambang kepunahan di seluruh dunia. Namun begitu, China meyakini jika hewan ini memiliki manfaat obat-obatan. Itulah kenapa, tidak sedikit penduduk China yang mengonsumsi binatang ini untuk kesehatan.

"Saat ini, kesadaran masyarakat tentang perlindungan hewan telah meningkat. Konten buku teks yang bertentangan dengan upaya perlindungan hewan perlu disesuaikan oleh penerbit," kata Xiong Bingqi, wakil direktur Institut Penelitian Pendidikan abad 21.

Baca Lainnya : 70 Ekor Trenggiling Milik Oknum Polisi Gagal Beredar di Pasar Gelap

Ia melanjutkan, "Penyusun buku teks perlu mengetahui informasi terbaru di masyarakat dan memperbarui konten secara tepat waktu. Pakar pendidikan memiliki pengetahuan profesional di bidangnya, namun tidak memiliki pengetahuan cukup di bidang lain, yang mengarah pada cacat pada buku teks."

Maka dari itu, Xiong menyarankan agar perlindungan hewan atau kelompok-kelompok amal diikutsertakan ketika menyusun bagian-bagian buku teks yang berhubungan dengan hewan di masa depan. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020